Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ekstrem pada Momen Lebaran: Pengelola Wisata Diminta Siapkan Skenario Antisipasi, Kunjungan Wisatawan Diprediksi Tetap Tinggi

Fahmi Fahriza • Minggu, 30 Maret 2025 | 18:05 WIB
HEADSHOT: Foto Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) Dr Destha Titi Raharjana.
HEADSHOT: Foto Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) Dr Destha Titi Raharjana.

JOGJA - Momentum Lebaran 2025 kali ini sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena Idul Fitri yang jatuh pada Maret tahun ini bersamaan dengan musim hujan.

Menanggapi hal ini, Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) Dr Destha Titi Raharjana tetap meyakini bahwa motivasi wisatawan untuk berkunjung ke DIY selama Lebaran akan tetap tinggi.

"Melihat prediksi cuaca yang masih ekstrem sampai Lebaran, tampaknya tidak menyurutkan niat orang untuk berwisata, sekaligus silaturahmi ke DIY," katanya pada Radar Jogja, Rabu (19/3/2025).

 Baca Juga: Dinas Pariwisata Gunungkidul Targetkan 130 Ribu Kunjungan Wisata Selama Libur Lebaran 2025

Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah daya tarik wisata ternama yang dimiliki DIY, seperti Gunung Merapi dan sekitarnya, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Tebing Breksi, kawasan Nglanggeran, Mangunan, serta beberapa pantai di Bantul dan Gunungkidul.

Meskipun demikian, Destha tetap mengingatkan para wisatawan untuk selalu memantau dan memperhatikan prediksi cuaca sebelum berkunjung.

Dengan demikian, mereka dapat memperkirakan kondisi cuaca dan merencanakan aktivitas wisata yang lebih aman dan nyaman.

 Baca Juga: Mengenal Arya Yudha Mahardika, Berhasil Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis

"Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, pihak pengelola perlu bekerja sama dengan pihak teknis lain untuk membuat skenario-skenario," pesannya.

Skenario itu penting utamanya untuk destinasi wisata dengan medan jalan yang menanjak atau memiliki turunan tajam.

Ini perlu dipasang rambu atau tanda peringatan yang jelas agar pengendara tetap waspada dan menghindari potensi kecelakaan.

Selain itu, di setiap lokasi wisata perlu ada peningkatan kewaspadaan dengan pemasangan spanduk atau imbauan terkait keselamatan pengunjung.

Apalagi, belum lama ini ada kasus laka laut yang terjadi di salah satu pantai Gunungkidul.

"Pihak pengelola perlu membuat aturan kunjungan dan jalur evakuasi dini, jadi ketika terjadi sesuatu bisa cepat diatasi. Jangan sampai timbul kecelakaan di kala berwisata," tegasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan cuaca ekstrem yang akan berlangsung hingga akhir Maret 2025.

Berdasarkan prediksi, cuaca buruk baru diperkirakan akan mulai mereda pada sepuluh hari pertama bulan April.

 Baca Juga: Tawur Agung Proses Penyucian Alam Semesta Akan Dihadiri Gibran Rakbuming Raka

Pun BMKG juga berkomitmen untuk mendukung kelancaran arus mudik, salah satunya dengan menyediakan informasi cuaca secara real-time melalui platform Digital Weather for Traffic (DWT).

Informasi yang diharapkan bisa membantu pemudik merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta Warjono mengatakan, beberapa cuaca dan kondisi ekstrem yang dapat terjadi antara lain berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang. 

"Data dari Klimatologi, pada dasarian ketiga Maret 2025, atau 21-31 Maret terdapat potensi hujan lebat di beberapa wilayah, seperti Sleman, Kulon Progo, dan Bantul," urainya.

Warjono menambahkan, cuaca buruk di Indonesia, terutama di DIY secara umum paling sering terjadi di musim pancaroba, yaitu Maret hingga April.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada dan berhati-hati.

"Terutama mereka yang ada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Perlu ekstra hati-hati," imbuhnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#prediksi cuaca #Berwisata ke Jogja #musim hujan #daya tarik wisata #Cuaca Ekstrem #Momen Lebaran #Wisatawan