Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengamat Sebut Penyelesaian Banjir Perlu Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat, Normalisasi Sungai dan Drainase

Fahmi Fahriza • Sabtu, 29 Maret 2025 | 22:34 WIB

 

 

Beragam foto kejadian banjir di wilayah Imogiri, Bantul, Jumat (28/3/2025) malam.
Beragam foto kejadian banjir di wilayah Imogiri, Bantul, Jumat (28/3/2025) malam.

BANTUL - Banjir yang menggenangi beberapa wilayah DIY menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya adalah Dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang juga Tenaga Ahli Bappeda DIY bidang Ekonomi Pertanian Oki Wijaya.

Oki mengungkapkan, secara garis besar banjir yang terjadi di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan peningkatan debit air sungai, sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Misal di Imogiri, Bantul, luapan Kali Celeng dan kapasitas embung yang tidak mampu menampung air jadi faktor utama terjadinya banjir," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (29/3/2025).

Di samping itu, kondisi tersebut diperparah adanya penumpukan sampah di beberapa titik, yang berpotensi menyumbat saluran air.

Walaupun, dalam kasus ini, Oki memproyeksikan bahwa faktor utamanya adalah curah hujan yang ekstrem.

Disebutkan, perubahan iklim dan fenomena cuaca seperti La Nina dapat menyebabkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, sehingga wilayah yang sebelumnya tidak terdampak banjir menjadi rentan.

Dosen prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dosen prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Untuk menangani banjir secara efektif, menurutnya diperlukan langkah kolektif kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Yakni, perlunya normalisasi sungai dan drainase. Melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan saluran drainase untuk meningkatkan daya tampung air dan mencegah luapan saat hujan deras.

Selain itu, pembangunan infrastruktur penahan banjir seperti tanggul, embung, dan sistem pengendalian banjir lainnya di area rawan juga sangat diperlukan.

"Lalu sistem peringatan dini, pemerintah harus memastikan alat peringatan dini banjir berfungsi dengan baik untuk memberi informasi cepat pada masyarakat," pesannya.

Sementara, dari sisi masyarakat, Oki berpesan bahwa pembersihan saluran air secara rutin seperti membersihkan selokan dari sampah dan endapan untuk mencegah penyumbatan perlu dilakukan secara rutin.

Lebih lanjut, menurutnya masyarakat juga perlu bergabung dengan komunitas tangguh bencana, dan mengikuti pelatihan kesiapsiagaan menghadapi banjir.

"Masyarakat juga harus memantau info cuaca dari BMKG, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang saat terjadi potensi banjir," tuturnya. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Tenaga Ahli Bappeda DIY bidang Ekonomi Pertanian #Kolaborasi Pemerintah #banjir di Bantul #drainase #cuaca #BAPPEDA DIY #Banjir #normalisasi sungai #tanggapan pengamat #UMY #Sungai meluap #La nina #masyarakat #dosen prodi Agribisnis #kali celeng #Imogiri