Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Catat 89 Rumah Tergenang Akibat Hujan Deras, 29 Jiwa Sempat Mengungsi

Iwan Nurwanto • Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:58 WIB
JEBOL: Seorang warga menunjukkan posisi titik longsor yang menghujam rumah Prihantono dan Warsini di Kulon Progo, Sabtu (29/3/2025).
JEBOL: Seorang warga menunjukkan posisi titik longsor yang menghujam rumah Prihantono dan Warsini di Kulon Progo, Sabtu (29/3/2025).

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat total dampak bencana dari adanya cuaca ekstrim yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam. Diketahui, ada puluhan warga yang sempat mengungsi dan rumah yang tergenang akibat hujan deras.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya hingga Jumat (28/3/2025) pukul 24.00 ada puluhan dampak cuaca ekstrim. Misalnya di kabupaten Bantul, dengan jumlah kejadian bencana banjir genangan sebanyak 25 titik dan tanah longsor 10 titik.

Dampak dari kejadian tersebut mengakibatkan 5 unit rumah rusak akibat tanah longsor. Serta 69 unit rumah dan 2 fasilitas pemerintahan tergenang air.

“Untuk hujan intensitas sedang hingga lebat di kabupaten Bantul berdampak di tujuh kapanewon. Yakni Bantul, Pleret, Imogiri, Piyungan, Pajangan, Jetis, dan Kasihan,” ujar Noviar saat dikonfirmasi, Sabtu (29/3/2025).

Selain di Bumi Projotamansari, BPBD DIY juga mencatat dampak bencana hujan deras pada tujuh kapanewon di kabupaten Gunungkidul. Meliputi Wonosari, Playen, Semanu, Paliyan, Semin, Patuk dan Purwosari.

Noviar mengungkap, dampak bencana di Gunungkidul merupakan yang paling banyak dibanding kabupaten lain. Sebab tercatat ada 18 titik banjir genangan yang merendam 71 rumah. 

Kemudian akses jalan yang sempat terganggu sebanyak 4 titik, pohon tumbang 1 titik, jaringan listrik putus 1 titik, talud rusak 2 titik, serta juga dilakukan penyelamatan terhadap 15 orang korban banjir.

Selain itu, juga terjadi bencana di kabupaten Kulonprogo pada tiga kapanewon meliputi Pengasih, Nanggulan, dan Girimulyo. Untuk wilayah tersebut tercatat ada kejadian banjir genangan sebanyak 4 titik, tanah longsor 3 titik, dan pohon tumbang 3 titik.

Dampak dari peristiwa tersebut juga membuat 2 rumah tergenang, lalu tiga pohon tumbang , 2 rumah rusak, dan akses jalan terganggu di 5 titik. Kemudian ada satu kandang ternak rusak dan tercatat dua korban luka-luka.

“Untuk di wilayah Kota Jogja ada dua titik akses jalan terganggu satu rumah terancam longsor. Yakni di Umbulharjo dan Wirobrajan,” terang Noviar.

Selain puluhan dampak kejadian bencana, BPBD DIY juga mencatat banyaknya warga yang mengungsi akibat cuaca ekstrim. Noviar menyampaikan, bahwa ada 29 jiwa yang sempat mengungsi karena dampak cuaca ekstrim. Jumlah itu tercatat pada dua titik pengungsian di Taman Kuliner Pasar Lama Imogiri dan Kantor Kalurahan Imogiri. 

Untuk di Taman Kuliner Imogiri tercatat ada sebanyak 19 orang dari 5 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi pada Jumat (28/3/2025). Namun pada Sabtu (29/3/2025) tinggal 3 orang pengungsi, satu orang menderita stroke dan dua orang tanpa keluhan.

Sementara untuk titik pengungsian di Kelurahan Imogiri tercatat ada 10 orang yang sempat mengungsi. Yakni 1 KK yang terdiri dari dua orang dan dewasa dan satu bayi. Untuk saat ini, satu keluarga tersebut diketahui sudah pulang ke kediamannya di Padukuhan Nogosari, Wukirsari.

Selain itu, di titik pengungsian tersebut juga ada 7 orang dari kelurahan Karangtengah yang saat ini masih mengungsi. Terdiri dari empat orang dewasa yang satu diantaranya menderita stroke, dua orang balita, dan satu orang anak-anak.

“Tadi malam (red:kemarin) memang banyak warga yang mengungsi, tapi pagi ini sudah kembali kerumah masing-masing,” beber Noviar. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cuaca Ekstrem #bencana hidrometeorologi #BPBD DIY