Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Bakal Tidak Lagi Fungsikan 31 TPS, Pembuangan Sampah Terpusat di Depo dengan Mekanisme First In First Out (FIFO)

Iwan Nurwanto • Kamis, 27 Maret 2025 | 21:25 WIB
BERSERAKAN: Sampah yang dibuang sembarangan di sekitar Selokan Mataram.
BERSERAKAN: Sampah yang dibuang sembarangan di sekitar Selokan Mataram.

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus melakukan proses pengelolaan sampah secara besar-besaran. Terbaru, ada kebijakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak lagi difungsikan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, total ada 16 yang ditutup dari total 31 TPS di Kota Jogja. Dari jumlah tersebut ada tiga yang sudah dibongkar. Yakni di TPS Sagan, TPS Pasar Sore, dan TPS Depokan Kotagede.

Menurutnya, 31 TPS yang ada itu nantinya akan ditutup secara keseluruhan atau tidak akan lagi difungsikan. Sebab pembuangan sampah akan dipusatkan pada 14 depo yang sudah ada di wilayah masing-masing.

“Hasil kesepakatan dengan penanggung jawab TPS dan penggrobak mulai 1 April 2025 TPS sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai tempat pembuangan sampah sementara,” ujar Hasto, Kamis (27/3/2025).

Selain menghentikan fungsional TPS, mantan Bupati Kulonprogo itu juga telah membersihkan 14 depo besar yang ada di Kota Jogja. Pasca dibersihkan pemkot pun akan menerapkan sistem First In First Out (FIFO).

Adapun FIFO merupakan sistem pemilahan sampah dengan menempatkan armada truk pada depo-depo. Kehadiran truk tersebut kemudian langsung mengangkut sampah yang dibawa oleh penggerobak dari wilayah masing-masing.

Selain itu pemkot pun akan menerapkan penjadwalan terhadap jenis sampah yang akan dibuang ke depo. Sehingga sampah yang diberikan kepada penggerobak wajib dalam keadaan terpilah agar memudahkan dalam hal pengolahan.

“Target kami pengosongan depo dari tumpukan sampah sebelum Hari Raya Idul Fitri, namun hari ini sudah selesai 100 persen,” terang Hasto.

Sementara terkait dengan persiapan menghadapi lonjakan sampah di musim libur panjang lebaran. Hasto mengaku, sudah menyiapkan kurang lebih 16 unit truk sampah. Belasan truk itu ditempatkan di 14 depo mulai pukul 05.00 sampai pukul 10.00

Kemudian juga akan ditambah dua unit truk sampah untuk membantu pembersihan sampah pasca hari raya atau setelah shalat Idul Fitri. Truk sampah itu akan ditempatkan di sekitar alun-alun selatan dan lapangan karang.

“Selain itu juga ada satu unit truk sampah untuk acara grebeg syawal,” terangnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengapresiasi langkah pembersihan depo-depo. Sebab kebijakan tersebut merupakan wujud nyata menciptakan depo yang humanis karena tidak lagi menimbulkan polusi.

Dia pun berharap, agar penjemputan sampah dengan penggerobak atau transporter bisa dimaksimalkan. Sehingga masing-masing wilayah nantinya bisa membuang sampah sesuai dengan aturan yang berlaku atau sudah dalam keadaan terpilah .

“Sepengetahuan saya uji coba penggerobak mulai 1 April 2025, nanti akan kami evaluasi dalam pelaksanaan satu bulan terkait dengan masalah pengaruhnya bagi depo maupun TPS yang ada,” tegas Seno. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#depo sampah #Kota Jogja #Sampah #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo