JOGJA - Pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Jogja mengeluhkan penjualan menurun pada momentum Lebaran tahun ini. Padahal momen ini biasa ditunggu oleh para pedagang karena menjadi berkah tak sedikit pembeli yang datang.
Dari pantauan Radar Jogja di Pasar Beringharjo, Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 11.00 itu relatif sepi khususnya di lorong pedagang pakaian. Biasanya, menjelang Lebaran atau H-7 orang berdesakan untuk berbelanja. Terutama saat akhir pekan.
Seorang penjual pakaian Agung Riadi mengatakan, kondisi perputaran uang di Pasar Beringharjo tak seperti biasanya menjelang Lebaran tahun ini. Bahkan, kondisi saat ini lebih sepi jika dibandingkan dengan pascapandemi Covid-19.
Menurutnya merebaknya online shop secara tidak langsung memengaruhi penjualan di toko fisik.
Faktor kedua yakni adanya masa transisi pemerintahan. Di masa tersebut pergerakan ekonomi ke depan belum jelas arahnya dan masih banyak penyesuaian.
"Ekonomi ke depan kan belum jelas kemungkinan mereka memilih menyimpan dulu daripada membelanjakan seperti tahun lalu," terangnya.
Pedagang lain, Nining juga memounyai keluhan yang sama. Lebaran tahun ini penjualan pakaian di tokonya menurun hingga 50 persen.
Ia mengingat situasi Pasar Beringharjo beberapa tahun silam yang mulai masuk bulan puasa sudah ramai kunjungan.
Bahkan terkadang dirinya terpaksa membatalkan puasa di pertengahan jalan karena melayani banyak pengunjung.
"Biasanya saat menjelang Lebaran itu berdesakan sekarang bisa buat lari-lari," ujarnya. (oso/wia)