JOGJA - Potensi timbulan sampah kawasan Tugu, Malioboro dan Kraton (Gumaton) diprediksi meningkat signifikan selama libur hari raya Idul Fitri. Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja yang mengelola kawasan tersebut pun menyiagakan ratusan petugas kebersihan.
Kepala Disbud Kota Jogja Yetty Martanti mengatakan, selama masa libur panjang lebaran pihaknya menyiagakan 116 petugas kebersihan. Ratusan petugas kebersihan itu memiliki kewajiban penanganan sampah dan pemeliharaan vegetasi dengan pembagian tiga shift.
Khusus untuk penanganan sampah, kata dia, petugas kebersihan nantinya akan menyisir sampah-sampah yang dihasilkan oleh wisatawan. Meliputi dari kawasan pedestrian Tugu hingga di Alun-alun .
Yetty menyebut, pada musim libur panjang lebaran produksi sampah di kawasan Gumaton mencapai 9 sampai 12 ton. Jumlah itu, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa yang produksi sampahnya hanya sebesar 5 ton.
“Untuk pengunjungnya kan terus berganti-ganti, sehingga sampah setiap satu jam akan kami sisir terus,” ujar Yetty, Rabu (26/3/2025).
Dia menyebut, bahwa mayoritas sampah yang berada di Gumaton mayoritas berupa bungkus makanan. Misalnya dari pedagang asongan dan wisatawan yang membeli makanan dari luar namun dihabiskan di Malioboro.
Kemudian terkait dengan upaya pengelolaan, Yetty menyatakan, bahwa sampah yang diambil dari kawasan Gumaton akan langsung dibawa ke TPST Kranon. Sehingga diharapkan tidak sampai memenuhi tempat sampah yang berada di kawasan tersebut.
“Jadi tidak ada yang kemudian tinggal di situ (tempat sampah di Gumaton),” tegas Yetty.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan, sebelum Idul Fitri seluruh depo besar di Kota Jogja sudah dibersihkan. Sehingga nantinya bisa menampung peningkatan produksi sampah dari wisatawan selama libur panjang.
Hasto menyatakan, target pembersihan total depo-depo sampah itu diharapkan bisa selesai pada tanggal 1 April 2025. Itu bersamaan dengan model pengelolaan sampah yang dilakukan dengan cara penjemputan dari rumah atau menggunakan penggerobak.
“Harapan saya per 1 April seluruh wilayah sudah menggunakan penggerobak,” tegasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin