JOGJA - Promo diskon sebesar 75 persen yang digemborkan oleh PDAM Tirtamarta masih sepi peminat. Meskipun potongan tarif yang ditawarkan terbilang cukup menggiurkan, faktanya program tersebut belum terlalu diminati masyarakat.
Direktur Utama PDAM Tirtamarta Majiya mengatakan, pihaknya program diskon besar-besaran itu menjadi salah janji quick wins yang ditawarkan kepada kepala daerah. Skemanya berupa potongan biaya pembuatan sambungan pipa baru, dari tarif sebelumnya Rp 1,6 juta menjadi Rp 500 ribu.
Kendati potongannya cukup besar, sampai saat ini program tersebut baru mampu menggaet sembilan pelanggan baru. Bisa dibilang masih jauh dari target dalam quick wins yang dipatok mampu membuat 2.500 sambungan pipa baru.
Majiya mengaku, PDAM Tirtamarta sudah berupaya maksimal agar program tersebut bisa diminati. Misalnya dengan meminta para lurah di Kota Jogja untuk membantu mensosialisasikan promo tersebut.
“Tetapi sampai hari ini yang masuk baru sembilan,” lontarnya Selasa (25/3).
Diakui Majiya, ada kendala yang dihadapi oleh PDAM Tirtamarta untuk mendorong masyarakat agar membuat sambungan pipa baru. Salah satunya karena masih mudahnya masyarakat untuk membuat sumur dangkal.
Namun demikian, dia menyebut, bahwa penggunaan air tanah yang terus menerus dapat membawa efek buruk bagi kesehatan. Salah satunya karena kandungan bakteri E-coli. Kemudian juga ada kandungan nitrat yang dapat menyebabkan kanker usus.
“Di Kota Jogja itu mencari air sumur dangkal lima meter sudah dapat, namun kadar E-coli tinggi,” beber Majiya.
Selain menggenjot pendapatan melalui diskon, diferensiasi atau perbedaan dalam produk air Jogja turut dibuat. Yakni menawarkan produk air minum dengan tingkat keasaman atau pH yang berbeda-beda.
Majiya membebeberkan, bahwa sebelumnya PDAM Tirtamarta hanya memiliki produk Air Jogja dengan pH 8 plus. Namun kini sudah memiliki produk air minum yang memiliki pH 7 dan pH 8.
Menurutnya, perbedaan tingkat keasaman air itu juga memiliki beberapa manfaat. Di antaranya meningkatkan metabolisme dan daya tahan terhadap virus, lalu menjadi antioksidan alami pencegah kanker. Kemudian menjaga kekuatan tulang.
Selain itu, mencegah osteoporosis dan pengeroposan gigi. Lalu membantu penyerapan mineral lebih efektif, membantu hati dan ginjal membuang racun tubuh. Serta dipercaya dapat mencegah sakit maag. “Jadi ada enam manfaat,” kata Majiya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, telah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap BUMD. Terlebih bagi badan usaha yang tidak memberi keuntungan kepada daerah.
Adapun untuk PDAM Tirtamarta ditarget untuk membuat sambungan pipa baru. Salah satunya melalui penawaran diskon sebesar 75 persen bagi pelanggan baru. “BUMD yang tidak produktif akan saya evaluasi,” tegas Hasto. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita