Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Nuthuk Selama Libur Lebaran, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Pasang Daftar Harga di Menu Warung Kuliner Malioboro

Iwan Nurwanto • Selasa, 25 Maret 2025 | 18:46 WIB
PASANG: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat memasang daftar harga di menu milik salah satu pedagang kuliner di kawasan sirip-sirip Malioboro pada Selasa (25/3/2025).
PASANG: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat memasang daftar harga di menu milik salah satu pedagang kuliner di kawasan sirip-sirip Malioboro pada Selasa (25/3/2025).

JOGJA - Upaya mencegah terjadinya nuthuk atau penerapan harga tidak wajar mulai dilakukan oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. Salah satunya dengan pemasangan daftar menu yang tertera harga sekaligus nomor aduan kepada pemerintah.

Adapun pemasangan sekaligus distribusi harga menu kuliner itu mulai dilakukan pada Selasa (25/3/2025). Kegiatannya menyasar para pemilik usaha kuliner di kawasan sirip-sirip Malioboro. Tepatnya di Jalan Perwakilan dan Jalan Dagen.

Hasto mengatakan, total ada 80 pedagang yang dipasang daftar menu dengan harga tersebut. Untuk tahap pertama dilakukan pada 59 pedagang. Kemudian kedepannya akan menyasar seluruh pedagang di kawasan Malioboro.

Menurut dia, dengan sudah dipasangnya daftar menu dengan harga itu merupakan salah bentuk transparansi dari pedagang kepada wisatawan. Sehingga nantinya para pedagang tidak bisa lagi nuthuk karena daftar harga sudah tertera.

“Apabila ada masyarakat atau wisatawan yang tidak puas dilayani maka bisa mengadu, karena sudah ada nomor aduan-nya,” ujar Hasto, Selasa (25/3/2025).

Hasto menyebut, bahwa pihaknya memang menyasar para pelaku usaha kuliner di Malioboro. Sebab merupakan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan.

Dia menyebut, bahwa potensi kunjungan wisatawan ke Yogyakarta sendiri dapat mencapai 10 juta wisatawan pada musim libur panjang hari raya Idul Fitri. Sehingga dia pun meminta agar masyarakat termasuk pelaku usaha menyambut baik wisatawan yang berkunjung.

Salah satunya, kata Hasto, adalah dengan tidak menaikkan harga diluar batas kewajaran. Sebab, jika ada pelaku usaha yang sampai melakukan nuthuk tentu dapat membuat wisatawan menjadi tidak nyaman dan kapok untuk berkunjung ke Kota Jogja lagi.

Perihal sanksi bagi pelaku usaha yang nuthuk, menurutnya pemerintah akan terlebih dahulu memberikan pembinaan. Namun jika terus berulang tentu pemerintah akan memikirkan sanksi yang lebih tegas kepada pelaku usaha.

“Rezeki kita itu dari tamu, kalau dilayani dengan baik maka rezeki kita bertambah, maka jangan mengejar untung setinggi-tingginya karena nanti pembeli itu kapok,” pesan Hasto.

Sementara itu, salah satu pedagang Antok mengaku, menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Jogja. Menurutnya, dengan sudah adanya transparansi harga maka wisatawan yang ingin membeli pun dapat mengetahui harga yang ditawarkan oleh pedagang.

Pemilik usaha Kedai Kopi Jogja itu pun berkomitmen untuk tidak memberikan harga yang melampaui batas kewajaran. Sebab tindakan tersebut justru akan merugikan pelaku usaha sendiri. Karena dapat membuat pembeli kapok dan tidak berkenan lagi untuk datang membeli.

“Dengan nuthuk justru membuat wisatawan kecewa dan tidak mau lagi datang ke Jogja,” terang Antok. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #libur lebaran #Harga Nuthuk #Malioboro