JOGJA - Pengurus Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka resmi dikukuhkan langsung oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (24/3/2025).
Landasan hukum untuk mempertegas organisasi ini juga tengah dipersiapkan sebagai mitra strategis provinsi dalam reformasi kalurahan.
HB X menekankan bahwa Nayantaka bukan semata organisasi, melainkan cermin dari nilai yang hidup dalam denyut nadi masyarakat.
"Kêrta Winengku Among-Praja, bahwa kesejahteraan sejati, bukan hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi dijaga dengan pengabdian," ujarnya dalam sambutan di sela pelantikan.
Raja Keraton itu menilai, lurah sebagai pamong desa merupakan sebuah pengabdian yang mulia.
Ia adalah posisi paling dekat dengan masyarakat. Ngarso Dalem sapaan akrabnya itu mengibaratkan, kehadiran Nayantaka seperti cerita tokoh Semar dalam lakon pewayangan.
Kesederhanaannya menjadi simbol kepeminpinan sejati.
"Menuntun dengan ‘welas asih, ngemong tanpa pamrih’, demi tercapainya cita-cita besar reformasi kalurahan di Jogja," tuturnya.
Adanya nilai filosofi semar tersebut diharapkan dapat memperkuat tujuan membangun sistem pemerintahan adaptif, namun berakar. Tetap menjunjung nilai tradisi sebagai kompas moral.
"Nayantaka hadir, sebagai ruang aktualisasi nilai kepamongprajaan, yang menyeimbangkan antara ketaatan pada kerangka regulasi, dan keluwesan dalam memahami realitas sosial di masyarakat," terangnya.
Adapun, dalam pengukuhan tersebut Lurah Tamanmartani, Kalasan Gandang Hardjanata kembali terpilih sebagai ketua.
Selain mengukuhkan ketua Nayantaka, bersamaan dengan itu empat lurah juga dikukuhkan menjadi ketua di masing-masing kabupaten di DIY.
Pun, untuk mempertegas posisi Nayantaka, pemprov sedang mempersiapkan landasan hukumnya.
Kesiapan regulasi ini, agar nantinya ruang kolaborasi antara paguyuban dengan pemprov dapat memiliki arah dan skema kerja yang jelas.
"Bentuk regulasinya, bisa dituangkan dalam peraturan Gubernur," terangnya.
Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ KPH Yudanegara menambahkan, reformasi kalurahan telah menunjukkan tren positif.
Hingga 2024, telah 355 Kalurahan Mandiri dari target 392 pada 2027. Kalurahan Mandiri Budaya telah mencapai 40 dari target 45.
"Sementara Kalurahan Swasembada, bahkan telah melampaui target, dengan capaian 86 dari rencana 72," ujarnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita