JOGJA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Gladi Resik Prajurit di area Pagelaran Keraton Jogja, Minggu (23/3/2025).
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan perayaan Grebeg Syawal, yang akan dilaksanakan pada Senin (31/3/2025) mendatang setelah salat Idul Fitri.
Grebeg Syawal adalah tradisi tahunan yang telah menjadi bagian dari perayaan Lebaran ala Keraton Jogja, yang sudah berlangsung turun-temurun dengan melibatkan bregodo atau prajurit Keraton Jogja.
Tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada masyarakat Jogjakarta setelah pelaksanaan ibadah puasa dan salat Idul Fitri.
Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Nyi R Ry Noorsundari menjelaskan, gladi resik prajurit berfungsi sebagai general rehearsal (GR) atau gladi bersih, bertujuan untuk memastikan bahwa segala persiapan teknis berjalan lancar pada hari H pelaksanaan Garebeg Maulud tiba.
"Gladi bersih seperti upacara Grebeg Syawal yang sebenarnya," ujarnya saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Setiap tahun, pada pelaksanaan Grebeg Syawal, Keraton Jogja menyajikan lima jenis gunungan, yaitu dua Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Dharat, dan satu Gunungan Pawuhan, yang semuanya diarak oleh prajurit bregodo.
Total terdapat enam gunungan yang akan dibawa oleh para prajurit. "Waktu gladi resik, tidak ada gunungan," tuturnya.
Seperti halnya tahun sebelumnya, pada saat gladi bersih, prajurit tidak membawa uba rampe atau pernak-pernik, tetapi pada saat pelaksanaan Grebeg Syawal, mereka akan membawa banyak pernak-pernik dan gunungan yang telah disiapkan.
"Prajurit yang terlibat ada 10 bregada," terangnya.
Sebanyak 10 bregada prajurit terlibat dalam acara ini. Bregada tersebut merupakan prajurit keraton yang berasal dari berbagai kampung atau wilayah sekitar Keraton Jogja.
Di antaranya bregado Wirabraja, Daeng, Patangpuluh, Jagakarya, Ketanggung, Prawiratama, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa.
“Total prajurit yang terlibat mencapai sekitar 600 hingga 800 personel," jelasnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita