JOGJA - Kota Jogja kini memiliki waste station rekosistem yakni sebuah stasiun pengelolaan sampah.
Program yang dikerjasamakan dengan salah satu brand air minum dalam kemasan itu tersedia di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya halaman toko buku Gramedia.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan, waste station rekosistem merupakan salah satu terobosan yang baik. Sebab masyarakat nantinya bisa ikut mengelola sampah.
Sekaligus merupakan bentuk partisipasi swasta dalam mengurangi sampah dari hulu.
Menurut Aman, pemerintah kota juga sudah berupaya untuk mereduksi timbulan sampah. Yakni melalui 689 bank sampah, melalui program tersebut dinilai mampu mengurangi 20 persen sampah yang timbulannya mencapai 250 ton dari hilir.
“Sehingga kami memberikan apresiasi, karena sudah saatnya hulu bertindak,” ujar Aman disela peresmian waste station, Jumat (21/2/2025).
Adapun waste station rekosistem berfungsi sebagai titik pengumpulan sampah daur ulang.
Melalui program yang dilakukan oleh Aqua tersebut masyarakat dapat menyetor sampah anorganik mereka.
Untuk mempermudah prosesnya, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Rekosistem melalui Google Play Store atau App Store sebelum menyetor sampah mereka.
Sampah yang disetor dapat ditukar dengan voucher belanja dan saldo e-wallet.
Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Bayu Aji menambahkan, kehadiran waste station rekosistem sangat tepat berada di Yogyakarta. Sebab Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata prioritas.
Dia pun berharap, program tersebut dapat bisa berkembang di daerah tujuan wisata lainnya. Misalnya Bali, yang merupakan salah satu jujugan wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Dengan berkembang di daerah harapannya qdapat menambah keyakinan para wisatawan,” katanya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita