JOGJA - Operasi Ketupat Progo akan terlaksana di Kota Jogja selama 16 hari mulai 23 Maret hingga 8 April 2025.
Fokus pengamanan pada operasi ini menekankan tentang antisipasi kemacetan di beberapa titik wilayah kota.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, ada tiga titik rawan macet yang diprediksi terjadi di Kota Jogja yaitu Malioboro, Tugu, dan Keraton karena adanya Grebeg Syawal yang bertepatan dengan hari pertama Idul Fitri.
Sehingga dia meminta instansi terkait dan kepolisian fokus terhadap antisipasi kepadatan lalu lintas.
Terlebih pada ruas-ruas jalan menuju kawasan destinasi wisata yang kerap macet selama musim libur panjang.
“Kami perkirakan lonjakan kepadatan lalu lintas akan terjadi mulai H+1 Idul Fitri, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan,” kata Hasto usai gelar pasukan Operasi Ketupat Progo di Balai Kota Timoho Kamis (20/3/2025).
Baca Juga: Kapanewon Seyegan Targetkan 80 Orang Bisa Graduasi dari Program Keluarga Harapan pada 2025
Menurutnya, kondisi lalu lintas Kota Jogja memang terbilang lebih terkendali dibanding dengan kabupaten lain.
Sebab wilayah perkotaan cenderung tidak memiliki banyak jalan lurus yang meningkatkan resiko kecelakaan.
“Di dalam kota, kecelakaan relatif minim, bahkan hampir tidak ada korban meninggal dunia karena tidak adanya jalur cepat,” ujaranya.
Baca Juga: Massa Jogja Memanggil Menginap di Halaman DPRD DIY sampai Ada Pembatalan Pengesahan Revisi UU TNI
Adapun apel gelar pasukan tersebut diikuti ratusan personel yang berasal dari Polresta Jogja, Kodim 0734 Jogja, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kota Jogja.
Operasi Ketupat Progo 2025 fokus pada pengamanan di kawasan wisata, titik rawan kemacetan, dan jalur mudik.
Wakapolresta Jogja AKBP Rudi Setiawan menyampaikan, rekaya lalu lintas akan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan kepadatan lalu lintas.
Kemudian juga mendirikan empat pos pengamanan (pospam) di pusat-pusat keramaian di Tugu Pal Putih, Teteg Malioboro, Titik Nol Kilometer, dan Gembira Loka.
Kehadiran empat pospam itu nantinya juga untuk mendukung kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat.
“Jumlah pospam sama seperti tahun lalu, dengan penyesuaian di titik-titik strategis," terangnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita