JOGJA - Pemprov DIY membatalkan rencana penerapan work form anhywhere (WFA), yang sebelumnya sempat akan mengikuti arahan pusat.
Kebijakan ini diterapkan agar jutaan orang yang diprediksi mengunjungi DIY saat libur Lebaran dapat terlayani dengan baik.
"Kurang lebih (perkiraan) ada 6 juta pengunjung, kami sebagai tuan rumah tidak boleh WFA. Mungkin kami tidak menerapkan itu untuk melayani masyarakat," ujar Sekprov DIY Beny Suharsono saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (18/3/2025).
Keputusan tidak menerapkan WFA tersebut diambil berdasarkan kesepakatan para sekretaris daerah di semua kabupaten/kota.
Selain itu, libur nasional yang ada dianggap cukup untuk mengisi waktu istirahat ataupun Lebaran para pegawai bersama keluarga.
"Kami sepakat tidak mengambil langkah untuk WFA. Libur (Lebaran) itu sudah sangat cukup. Setelahnya tidak ada WFA agar masyarakat tetap terlayani," tuturnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Amin Purwani mengatakan, informasi terkait teknis penyelenggaraan WFA belum ditentukan secara resmi.
Informasi terakhir yang ia dapat surat penyelenggaraan masih disiapkan di Biro Organisasi Setprov DIY.
"Kemungkinan (kalau jadi diterapkan) penerapannya menyesuaikan SE yang sudah ada yakni 24-27 Maret," ujarnya.
Rencana awal WFA dilakukan Pemprov DIY secara selektif, artinya organisasi pemerintah daerah (OPD) yang menerapkan WFA bergantian.
Hal itu untuk memprioritaskan pelayanan publik. Perizinan dan teknis penyelanggaraan skenarionya juga dilakukan oleh kepala OPD masing-masing.
Namun rencana tersebut dimungkinkan batal, karena alasan yang di sampaikan oleh Sekprov DIY. "Target kinerja harus tercapai dan diselesaikan," tuturnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita