Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengendalian Amarah selama Puasa Jadi Hal Krusial untuk Jaga Kesehatan: Marah yang Berlebihan dapat Merusak Kesehatan Fisik 

Iwan Nurwanto • Rabu, 19 Maret 2025 | 03:45 WIB

 

PENGAJIAN: Suasana acara pengajian akbar Nuzulul Qur
PENGAJIAN: Suasana acara pengajian akbar Nuzulul Qur

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengingatkan pentingnya menjaga hawa nafsu selama menjalani ibadah puasa. Salah satu yang perlu diupayakan adalah bagaimana menahan amarah.

Ustadz Zaenal Muttaqien Sofro mengatakan, ramadan merupakan bulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah.

Sekaligus dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Baik itu dari secara jasmani maupun rohani.

Baca Juga: Hasto Wardoyo Hanya Menjabat Satu Periode sebagai Wali Kota Jogja: Fokus Jalankan Program Ini di 100 Hari Pertama

Namun lebih dari itu, menciptakan kesehatan yang seimbang dan optimal juga merupakan hal penting.

Sebab kualitas kesehatan ditentukan dari tiga hal yang saling menguatkan. Yakni kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Zaenal pun mengingatkan tentang pentingnya menjaga amarah. Dikarenakan amarah yang tidak terkendali dapat berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan tubuh. Sehingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup.

Baca Juga: Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di Yogyakarta

“Marah yang berlebihan dapat merusak kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesejahteraan spiritual,” ujarnya dalam pengajian akbar Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Pangeran Diponegoro, Minggu (16/3/2025) lalu.

Untuk mengatasi bahaya marah, menurutnya, penting bagi seseorang untuk mengendalikan emosi dengan meningkatkan ketakwaan.

Kemudian memperbanyak dzikir dan menghindari situasi yang memicu kemarahan. Pengendalian amarah pun bisa melibatkan kesadaran diri, kemampuan mengatur stres, dan sikap pemaaf.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Menurun, Berburu Baju Lebaran Bukan Jadi Budaya Lagi

Zaenal juga berpesan, dalam upaya meningkatkan amal ibadah para umat muslim juga sangat penting membaca Alquran dengan penuh penghayatan.

Walaupun hanya beberapa ayat, hikmah yang terkandung dalam Alquran sangat bermanfaat bagi kehidupan.

"Membaca Alquran bukan tentang jumlah ayat yang dibaca, namun penghayatan terhadap isinya," ungkapnya.

Baca Juga: UKDW Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur RPL, Simak Ketentuannya

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, materi tausiah yang diberikan sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan.

Khususnya terkait dengan pemahaman tentang kesehatan holistik bagi jamaah.

Menurut Hasto, apabila seseorang sering meluapkan kemarahannya tentu berdampak pada rusaknya kesehatan. Sebab detak jantung akan berdetak tidak beraturan.

Baca Juga: Pengumuman SNBP 2025 Hari Ini, Cek 44 Website untuk Melihat Hasilnya!

Kemudian jika masyarakat benar-benar memahami isi Alquran maka juga akan tercipta suatu masyarakat yang madani, akhlakul karimah, penuh kasih sayang terhindar dari sifat kekerasan, egois, dan kebrutalan. “Jadi kita harus banyak bersabar," pesannya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#selama puasa #Pengendalian amarah #Pemkot Jogja #jaga kesehatan