JOGJA - Dalam rangka pengamanan selama penyelenggaraan Hari Raya Idul Fitri, Polda DIY siap melaksanakan Operasi Ketupat Progo 2025.
Pelaksanaan operasi tahun ini lebih panjang yakni 17 hari mulai sebelum hingga setelah Lebaran.
"Biasanya hanya sekitar 13-14 hari, Kami menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait tambahan libur bersama," ujar Wakapolda DIY Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar kepada awak media di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (17/3/2025).
Operasi Ketupat Progo 2025 mulai dilaksanakan 23 Maret hingga 8 April. Selanjutnya gelar pasukan akan dilaksanakan pada 20 Maret mendatang.
Sementara itu, sebanyak 22 pos pengamanan (Poa PAM) disiapkan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"17 pos pengamaman, 3 pos pelayanan dan dua pos terpadu," ujarnya.
Sebanyak 1.932 personel akan dikerahkan dalam operasi ini. Pun pra operasi, rapat koordinasi dan peningkatan kegiatan rutin sudah mulai dilaksanakan. "Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik lebaran di DIY," bebernya.
Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi Forkopimda Cipta Kondisi, pihaknya menyatakan kesiapannya untuk menyambut Lebaran 2025.
Persiapan telah dilakukan dengan memastikan pengamanan, ketertiban, hingga ketersediaan bahan pokok (bapok) selama periode Lebaran.
"Secara umum kami melihat kesiapan mantap, semua komponen siaga dan sudah saling berkoordinasi," ujarnya.
Pemprov DIY juga sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai pasar untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok. Hasilnya ketersediaan bapok cukup hingga akhir libur Lebaran.
Meski harga dinilai mengalami fluktuasi, namun tidak terjadi peningkatan yang ekstrem.
“Cabai rawit merah sempat melonjak, sementara daging masih relatif stabil,” katanya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita