JOGJA - Selain banyak jalan berlubang, kini tak sedikit beberapa titik jalan di Jogjakarta yang menggenang atau banjir saat hujan deras. Ada yang berstatus jalan nasional, ada juga yang berstatus jalan provinsi. Mana saja titik-titiknya, dan apa solusi para pemangku kepentingan dalam hal ini?
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PU-PESDM) DIJ memastikan tidak ada banjir di ruas jalan provinsi. Namun beberapa genangan diakui masih ditemukan, karena sistem drainase yang bermasalah.
"Genangan masih ada, kami sudah melakukan identifikasi di beberapa titik," ungkap Kepala Dinas PUPESDM DIJ Anna Rina Herbranti saat dikonfirmasi Radar Jogja Minggu (16/3).
Beberapa lokasi yang berpotensi terjadi genangan saat diguyur hujan, di antaranya, ruas jalan Jogja-Demakijo, Jogja-Bakulan dan Mulo-Telus. Ketiganya berpotensi terjadi genangan terlebih dan masa mudik Lebaran diprediksi masih dalam cuaca hujan.
"Mayoritas genangan yang ada disebabkan permasalahan drainase yang tersumbat akibat sampah dan endapan," tuturnya.
Melihat permasalahan ini, Dinas PUPESMD DIJ lantas berkoordinsi dengan pihak penyedia jasa pemeliharaan jalan. Ia mengintruksikan agar segera dilakukan pembersihan saluran drainase, khususnya di lokasi-lokasi dengan potensi genangan tinggi.
"Kami sudah intruksikan dengan pihak penyedia jasa untuk memberi perhatian lebih," tandasnya.
Selain ruas jalan provinsi, beberapa ruas jalan nasional di DIJ juga berpotensi tinggi terjadi genangan saat curah hujan lebat. Terlebih ruas jalan Ring Road Utara, khususnya lokasi Underpass Kentungan di Jalan Kaliurang, sering kali terjadi genangan air yang parah.
"Kami juga sudah koordinasi (dengan PJN), selalu disiapkan pompa untuk sedot air dan membersihkan sampah-sampahnya," terangnya.
Tak hanya di Underpass Kentungan, beberapa kali genangan terjadi juga di ruas jalan Jogja-Solo, tepatnya di daerah Prambanan. Juga ditemukan di Jalan Seturan dan Jambon, Sleman. Kondisi jalur lambat ring road, kini juga makin banyak lubang karena aspal tergerus air hujan.
Radar Jogja telah berusaha menghubungi Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIJ untuk menanyakan kaitan dengan antisipasinya menjelang mudik Lebaran. Namun pihak PJN DIJ belum berkenan diwawancarai dengan alasan waktu yang berhalangan. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo