JOGJA - Pembersihan depo-depo sampah di Kota Jogja terus dilakukan oleh pemerintah. Hingga Minggu (16/3/2025) diketahui sudah ada empat depo yang bersih total. Targetnya, sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti seluruh depo diupayakan dapat bersih.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, sampai saat ini sudah ada empat depo yang telah dibersihkan pihaknya. Meliputi depo RRI Kotabaru, depo Purawisata, depo Ngasem, serta depo Tamansari.
Haryoko mengaku, dalam upaya pembersihan depo sampah di Kota Jogja pihaknya memang menyasar depo-depo yang berada di pusat kota. Agar nantinya bisa menampung peningkatan produksi sampah selama libur lebaran.
Adapun Pemkot Jogja menarget seluruh depo dapat bersih sebelum Hari Raya Idul Fitri. Diketahui jumlah depo di Kota Jogja mencapai 14 depo. Sehingga pemkot masih memiliki pekerjaan pembersihan untuk sepuluh depo.
“Untuk pembersihan kami memang fokus di tengah kota, untuk menyambut libur lebaran,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).
Dia pun menyampaikan, bahwa dari 10 depo yang belum bersih, beberapa sudah berproses pembersihan. Misalnya depo Mandala Krida yang sampahnya mulai diangkut pada Kamis (13/3/2025) dengan jumlah 10 truk sampah atau sekitar 50 ton.
Haryoko menyebut, untuk bisa membersihkan total depo Mandala Krida setidaknya butuh 90 truk. Sehingga, DLH Kota Jogja masih membutuhkan sekitar 80 truk lagi.
“Untuk depo Mandala Krida baru 10 truk karena depo lain juga butuh pengurangan. Target minggu depan depo Mandala bisa kami kurangi lebih banyak,” katanya.
Secara terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berharap, agar masyarakat kembali menggiatkan gerakan Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto). Khususnya dalam pengelolaan sampah.
Hasto mengajak, agar masyarakat bersama-sama mengelola sampah dari rumah. Bahkan agar masyarakat lebih semangat pemkot pun telah menggalakan lomba kebersihan tingkat kelurahan agar pengurangan sampah bisa lebih maksimal.
Kemudian dia juga ingin agar masyarakat melakukan gotong royong atau kerja bakti bersama sebelum Hari Raya Idul Fitri. Serta menghimbau kepada sekolah agar melakukan bersih-bersih sekolah sebelum lebaran. Bahkan hingga ke lingkungan luar sekolah sampai 200 meter.
“Kami juga sedang mengusahakan bagi warga masyarakat kecil untuk tidak dimintai retribusi sampah, kecuali pelaku usaha seperti kos-kosan dan toko,” tegas Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin