JOGJA - Kue janagel semakin asing terdengar bagi generasi kekinian. Camilan jadul yang renyah ini disebut penikmatnya menyimpan kenangan manis.
Salah seorang yang mengaku pernah memakannya adalah Amelia Hapsari. Perempuan berusia 40 tahun ini mengetahui kue janagel dari ibunya. "Dulu bikin ketika zaman SD sampai awal SMP," katanya kepada Radar Jogja.
Baca Juga: Banjir Pesanan! Kue Kereng Jajanan Tradisional sebagai Camilan Wajib saat Lebaran: Sudah Produksi Lebih dari 20 Tahun
Dia mengaku bersama ibu dan adiknya kerap membuat kue ini untuk menyambut Lebaran. Sebatas ingatannya, bahan yang digunakan cukup mudah. Misalnya tepung, mentega, telur, dan gula.
"Bikinnya pakai garpu. Terus digulung. Saya yang bagian gulungnya itu," tambahnya.
Menurutnya, bentuk janagel bisa bermacam-macam. Tergantung pembuatnya. Sekali membuat, dia dan keluarganya bisa menghasilkan dua toples besar.
Amelia menyebut, janagel memiliki rasa yang enak. Ada rasa manis, renyah, gurih, dan tidak seret. Di sisi lain, proses pembuatan janagel bersama ini semakin mempererat hubungan keluarganya.
Baca Juga: Tiga Ruas Tol Digratiskan Selama Mudik Lebaran 2025
"Momen yang ditunggu saat Lebaran itu waktu-waktu seperti itu. Tapi sekarang sudah tidak pernah bikin. Ibu juga sudah sepuh," jelasnya.
Kini, kue janagel semakin sulit didapat. Amelia sendiri menyebut tidak pernah menemui toko yang menjualnya. Sehingga saat Lebaran lebih memilih membeli kue kekinian yang mudah didapat, seperti nastar dan kastengel.
Baca Juga: Alternatif Kopi Klotok Ada di Kotagede, Kedai Den Wir Kuliner Dengan Menu Ndeso dan Suasana Jadul di Yogyakarta
Disinggung soal sejarah dan asal janagel, Amelia mengaku tidak tahu pasti. Baginya, janagel sendiri adalah kue yang berasal dari tepung diuleni dan di dalamnya tidak memiliki isian.
"Kalau aku enggak ada waktu khusus buat makan janagel, seperti camilan biasa saja. Bingung kalau sama kue sekarang miripnya sama apa," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Maryatun. Dia menyebut kue jadul ini memiliki rasa yang sangat enak dan dulu kerap memakannya. "Tapi kalau sekarang gigiku enggak kuat makan yang keras-keras," katanya.
Menurutnya, janagel memiliki rasa yang gurih dan manis. Sayangnya, jajanan ini sudah semakin jarang ditemukan. (del/laz)