JOGJA - Meski pengawasan sudah dilakukan oleh pemerintah, permasalahan sampah liar seperti tidak ada habisnya.
Sejumlah lokasi yang tidak dijaga oleh petugas pun disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk dijadikan tempat pembuangan.
Pantauan Radar Jogja pada Jumat (14/3/2025) kawasan Tugu Pal Putih tepatnya Jalan Jendral Sudirman, Jetis menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Ada sejumlah kantong plastik berisi sampah yang dibuang pada taman di kawasan pedestrian.
Meski tumpukan sampah belum terlalu banyak.
Kehadiran kantong plastik berisi sampah rumah tangga itu cukup mengganggu pemandangan.
Apalagi lokasinya juga berada di taman dan kawasan pejalan kaki.
Arivian, salah satu pejalan kaki yang kebetulan melintas di pedestrian Jalan Jendral Sudirman mengaku cukup terganggu dengan tumpukan sampah tersebut.
Sebab bau busuk timbul dari sampah yang dibuang sembarangan tersebut.
Warga Kota Jogja itu berharap, agar ada evakuasi dari instansi terkait terhadap tumpukan sampah.
Lantaran jika dibiarkan, dia khawatir tumpukan sampah akan bertambah banyak dan semakin mengganggu pengguna jalan.
Baca Juga: Para Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hadapi Kelaparan di Tengah Pemotongan Dana dari AS
“Saya harapannya sampah segera diangkut. Khawatirnya nanti semakin banyak seperti di jalan-jalan lain,” ujar Arivian kepada Radar Jogja.
Penyelesaian masalah sampah untuk saat ini memang tengah diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Pengawasan pada titik-titik lokasi yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah liar juga telah dilakukan.
Misalnya pada sisi selatan Stadion Mandala Krida yang mulai ada petugas linmas berjaga.
Namun kebijakan tersebut memang belum berjalan optimal.
Sebab dari hasil pengamatan Radar Jogja justru timbul lokasi baru pembuangan sampah liar.
Misalnya di sisi timur Jalan Magelang, Karangwaru, Tegalrejo.
Serta kawasan pedestrian Jalan Jendral Sudirman yang berada di timur Tugu Pal Putih.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, pemkot telah memiliki program penjemputan sampah dengan transporter untuk mengantisipasi sampah liar.
Sebab dengan sampah yang sudah dijemput dari rumah maka masyarakat tidak lagi membuang secara sembarangan.
Dia pun telah membatalkan wacana pembuangan sampah berbayar.
Yang sebelumnya sempat muncul dan diujicobakan pada masa kepemimpinan Sugeng Purwanto.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberatkan masyarakat.
“Karena warga mau membawa sampah ke depo dengan cara baik dan tidak membuang di tempat liar itu saya sudah senang,” kata Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin