Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pastikan Takjil di Pasar Ramadan Jogokariyan Bebas Bahan Berbahaya: Begini Pesan Dinkes dan BPOM Yogyakarta bagi Pedagang

Gregorius Bramantyo • Kamis, 13 Maret 2025 | 05:15 WIB
PASTIKAN AMAN: Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja mendatangi salah satu lapak di Pasar Ramadan Jogokaryan, Kota Jogja, Rabu (13/3/2025).
PASTIKAN AMAN: Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja mendatangi salah satu lapak di Pasar Ramadan Jogokaryan, Kota Jogja, Rabu (13/3/2025).

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja bersama BPOM Yogyakarta menguji 16 sampel pada makanan takjil di Pasar Ramadan Jogokariyan Rabu (12/3/2025).

Pengujian dengan metode rapid tes atau tes cepat itu untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya dalam makanan yang dijual sebagai kudapan berbuka puasa.

Pengawas farmasi dan makanan BPOM Yogyakarta Dwi Nugroho mengatakan, seluruh sampel yang diuji memenuhi syarat dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Pengecekan dilakukan di kantor Kelurahan Mantrijeron dengan fokus pada beberapa kriteria tertentu. Sampel yang diuji adalah yang diduga mengandung pewarna yang dilarang, seperti rhodamin dan metanil yellow.

Serta pengawet yang dilarang, seperti formalin yang biasa ditemukan pada teri atau cumi.

“Selain itu, kami juga menguji kemungkinan adanya boraks, yang biasa digunakan untuk memberikan kekenyalan pada makanan seperti lempeng atau bakso," ujarnya, Rabu (12/3/2025).

Selain itu, BPOM juga menguji makanan yang memiliki warna mencolok. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa makanan dengan pewarna merah tidak mengandung rhodamin.

Sementara makanan dengan warna kuning juga bebas dari metanil yellow.

"Kami berharap para pedagang menggunakan bahan tambahan yang sudah disetujui oleh pemerintah. Jika menggunakan pewarna, harus yang terdaftar, dan pengawet yang digunakan juga harus sesuai ketentuan," katanya.

Sejauh ini, hasil pengecekan makanan di Kota Jogja menunjukkan hasil yang baik.

Namun tidak menutup kemungkinan pembinaan dan edukasi kepada para penjual akan dilakukan berkoordinasi dengan pemprov, jika ditemukan ada makanan yang tidak memenuhi syarat.

Selain di Kota Jogja, pengecekan makanan juga sudah dilakukan di Sleman. Rencananya akan dilanjutkan ke daerah lainnya, seperti Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Jogja Eko Rahmadi menekankan pentingnya para pedagang di pasar takjil dapat menjual makanan dengan cita rasa yang enak namun tetap sehat, bebas dari cemaran fisik, kimia, dan biologis.

Selain itu, dia berharap agar pola konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan bisa tetap memperhatikan kesehatan.

“Makanan yang dikonsumsi harus sehat dan bergizi. Memang sudah menjadi budaya saat Ramadan banyak yang membeli takjil, namun tetap harus menjaga kesehatannya,” imbaunya. (tyo/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#uji sampel #bebas bahan berbahya #pasar ramadan #MAKANAN TAKJIL #Dinkes Kota Jogja #pasar sore jogokaryan #Jogokariyan #BPOM Yogyakarta