JOGJA - Komunitas Katolisitas Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran menggelar aksi berbagi takjil kepada pengendara dan masyarakat, Rabu (12/3/2025).
Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Ketua Komunitas Katolisitas Gereja HKTY Pugeran Martinus Murwanto mengatakan, aksi berbagi takjil ini didasari oleh semangat solidaritas dan kebersamaan untuk berbagi antarumat beragama.
Terlebih karena saat ini umat Muslim sedang menjalankan puasa. Bukan hanya umat Muslim saja, namun umat Katolik juga tengah menjalani puasa dalam masa Prapaskah.
“Kami memutuskan untuk berbagi takjil kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, sebagai wujud syukur dan solidaritas antarumat beragama,” katanya.
Menu yang dibagikan kepada masyarakat berupa 300 porsi nasi ayam suwir, 50 cup buah koktail, dan 100 porsi kolak pisang yang seluruhnya disiapkan oleh anggota komunitas.
Baca Juga: Sertijab TP PKK Sleman, dari Istri Danang Maharsa kepada Istri Harda Kiswaya
Murwanto juga menyebut, kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat.
Aksi bagi takjil tersebut mencerminkan nilai-nilai toleransi dan kerja sama antarumat beragama yang telah lama dijunjung oleh komunitasnya.
“Kami diajari oleh uskup kami untuk lungguh bareng, rembug bareng, ngerjake bareng, dipikirke bareng. Bareng itu maksudnya untuk semua umat, tidak peduli umat ini, umat itu,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Pengangkatan Ditunda, 705 Calon PPPK di Kebumen Ikut Terdampak
Pastor Gereja Paroki HKTY Pugeran Romo FX Sukendar mengatakan, kegiatan berbagi takjil yang dilakukan ini merupakan bentuk perhatian gereja kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Di samping umat Katolik yang juga tengah menjalani puasa dalam masa Prapaskah. Sehingga kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membangun kasih dan persahabatan antarumat beragama.
Dia menuturkan, pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan berbagi takjil ini adalah pentingnya persatuan dan persaudaraan antarumat beragama.
“Kita sama-sama hidup di Indonesia dengan Pancasila, yang mengajak kita semua untuk selalu mengungkapkan cinta dan persaudaraan. Sudah sangat biasa bagi kita untuk hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya. (tyo/wia)