JOGJA - Dampak kejadian bencana hujan es yang disertai angin kencang pada Selasa (11/3/2025) sangat dirasakan di Kota Jogja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahkan mencatat ada belasan dampak kerusakan dari peristiwa tersebut.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengatakan, dari hasil pendataan hingga Rabu (12/3/2025) siang tercatat ada 17 dampak kejadian bencana. Jumlah itu kemungkinan masih bisa terus bertambah karena saat ini BPBD masih terus melakukan pendataan.
“Untuk dampak kejadian bencana paling banyak dikarenakan angin kencang,” ujar Darmanto saat dikonfirmasi, Rabu (12/3/2025).
Dia membeberkan, untuk kerusakan yang diakibatkan oleh hujan es tercatat ada satu kejadian. Yakni atap rumah roboh di Kampung Pingit JT 1/159 Rt 09 Rw 03, Bumijo, Jetis. Di lokasi tersebut sebuah atap dengan panjang 4 meter dan lebar 1 meter roboh menimpa ruang utama.
Kemudian untuk kejadian yang disebabkan hujan disertai angin kencang tercatat ada 16 kejadian. Beberapa kejadian pun sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Misalnya, pohon akasia dengan tinggi 10 meter dan diameter 50 sentimeter yang tumbang dan sempat menutup lalu lintas di Jalan Mataram, Suryatmajan, Danurejan.
Lalu pohon jenis Mlati pon dengan tinggi 6 meter roboh di Jalan Perahu RT 01, RW 01,Kota Baru, Gondokusuman dan sempat mengganggu akses jalan. Kemudian juga pohon Tanjung dengan tinggi 10 meter tumbang di Magelang RT 17 RW 04 Kampung Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo yang menggangu akses jalan.
Kejadian pohon tumbang juga terjadi di Jalan DR. Sarjito No. 14 Kav C, RT 02, RW 01,Terban, Gondokusuman. Di lokasi tersebut pohon ketepeng setinggi 15 meter roboh dan sempat memutus jaringan internet serta listrik di wilayah tersebut.
Selain itu, ada pula kejadian pohon jenis mangga setinggi 15 meter yang tumbang menimpa rumah di Jalan Pakuningratan No 14, RT 08, RW 02,Cokrodiningratan, Jetis. Dua pohon tumbang juga ada yang menimpa atap kelas kampus Poltekes Keperawatan yang beralamat di Jalan Kyai Mojo RT 20 RW 06,Sidomulyo, Tegalrejo.
Lalu untuk kejadian atap rusak yang disebabkan angin kencang terdapat di Gondolayu Lor JT II/ 1016 RT 50 RW 10, Cokrodininratan, Jetis. Kejadian tersebut membuat dua ruangan kamar tidak bisa digunakan sementara.
Kemudian juga tercatat ada kejadian talud retak sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter di aliran Sungai Buntung, Pingit RT 11,RW 13, Tegalrejo. Akibat kejadian tersebut sebuah bangunan pos ronda terancam roboh dan talud berpotensi ambrol.
Selain itu juga ada kejadian talud longsor di Makam Cikalan RT 09 RW 02, Kricak, Tegalrejo. Peristiwa tersebut membuat tebing sungai ambrol dan membuat tiga pohon tumbang serta sembilan makam longsor.
“Untuk sebagian besar dampak kejadian bencana sudah terkondisi, kami juga pastikan tidak ada korban jiwa,” tegas Darmanto.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono meminta, agar masyarakat mewaspadai berbagai potensi bencana. Sebab cuaca ekstrim kemungkinan akan terus terjadi hingga bulan April mendatang.
Menurut dia, adanya cuaca ekstrem disebabkan karena masa peralihan musim penghujan ke kemarau. Atau yang sering disebut sebagai masa pancaroba.
“Hujan es dan cuaca ekstrim sering muncul di peralihan musim dari penghujan ke kemarau, atau dari bulan Maret sampai April,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin