JOGJA - Proses pemadaman kebakaran Kereta Api (KA) di Stasiun Tugu Jogja melibatkan 30 personel gabungan Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Kota Joga dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Empat unit armada damkar didatangkan dari Kota Jogja dan satu dari UGM.
"Sebanyak 25 personel dari Damkarmat Kota Jogja, 5 dari UGM," ujar Komandan Regu (Danru) Damkarmat Kota Jogja Agus Firmansyah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (12/3/2025).
Kebakaran tiga gerbong KA tersebut terjadi di area jalur parkir KA digerbang sebelah Timur Stasiun Tugu Jogja. Tiga gerbong yang hangus terbakar yakni dua merupakan KA eksekutif dan satu premium.
"Proses pemadaman, kami menggunakan beberapa unit armada. Dari Pos Kiai Mojo 4 unit dan damkar UGM 1 unit," tuturnya.
Penanganan penanggulangan kebakaran berlangsung sekitar 1 jam hingga api padam. Tim sempat terkendala kekurangan debit air saat melakukan pemadaman. Asap tebal yang keluar dari gerbong juga dinilai menjadi tantangan proses pemadaman.
"Karena kekurangan debit air. Akhirnya kami menggunakan hydrant yang ada di sekitar stasiun," terangnya.
"Kendala pertama karena banyak asap dari benda yang terbakar," tambahnya.
Kejadian tersebut menyebabkan dua gerbong terbakar parah dan satu gerbong tidak terlalu parah. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
"Tidak ada korban jiwa, tidak ada petugas kereta yang ada di dalam," bebernya.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab kebakaran. Pihaknya dan tim sedang melakukan pencarian penyebab kebakaran tiga gerbong KA tersebut.
"Dari tim kami, Inafis masih bekerja. Tim dari laboratorium forensik juga diminta datang dan melakukan pendalaman lagi," ujarnya.
Dirinya belum mengetahui api pertama muncul dari gerbong sebelah mana. Itu menunggu hasil labfor, apakah penyebab kebakaran merupakan kesalahan teknis atau ada hal lain.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengetahui penyebab kebakaran ini," tuturnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin