Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Es Berpotensi Terjadi hingga April, BMKG Beberkan Proses Pembentukannya

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 12 Maret 2025 | 05:00 WIB
Butiran es cukup besar jatuh dari langit bersamaan dengan hujan deras di Jogja (11/3/2025).
Butiran es cukup besar jatuh dari langit bersamaan dengan hujan deras di Jogja (11/3/2025).

 

SLEMAN - Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono mengatakan, turunnya hujan es di sebagian wilayah DIJ disebabkan karena pembentukan colomunimbus yang tebal dan tinggi.

Awan itu diketahui memiliki suhu yang sangat dingin, sehingga mampu membuat air hujan menjadi butiran es.

Warjono menyatakan, butiran air hujan berbentuk es itu juga bisa turun sampai ke daratan karena kondisi tidak adanya halangan di atmosfer. Dalam artian, tidak ada gesekan butiran es dengan atmosfer sehingga membuat air hujan yang turun ke daratan masih dalam bentuk beku.

"Suhu di sana (awan colomunimbus) bisa sampai minus 7,2 derajat celcius. Sehingga membuat air hujan membeku,"  ujar Warjono Selasa (11/3).

Dia menjelaskan, fenomena hujan es kemarin juga terjadi pada sebagian wilayah DIY. Adapun yang sudah terpantau oleh BMKG Jogjakarta di wilayah Kabupaten Sleman, Kota Jogja, dan sebagian Bantul.

Warjono pun mengungkap, fenomena hujan es itu juga berpotensi bisa terus terjadi selama periode Maret hingga April mendatang. Masyarakat pun diminta selalu waspada karena fenomena hujan es biasanya juga dibarengi dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.

"Hujan es dan cuaca ekstrem sering muncul di peralihan musim dari penghujan ke kemarau, atau dari bulan Maret sampai April,” terangnya.

Editor : Heru Pratomo
#hujan es #awan #Hujan #Warjono #BMKG #suhu