Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keraton Gelar Pameran ‘Hamong Nagari’ Peringati Kenaikan Takhta ke-36 Sri Sultan HB X dan GKR Hemas

Gregorius Bramantyo • Senin, 10 Maret 2025 | 16:00 WIB

 

Keraton Yogyakarta resmi menggelar pameran temporer bertajuk “Hamong Nagari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat” yang terbuka untuk umum mulai 8 Maret hingga 25 Agustus.
Keraton Yogyakarta resmi menggelar pameran temporer bertajuk “Hamong Nagari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat” yang terbuka untuk umum mulai 8 Maret hingga 25 Agustus.

 

JOGJA - Keraton Yogyakarta resmi menggelar pameran temporer bertajuk “Hamong Nagari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat” yang terbuka untuk umum mulai 8 Maret hingga 25 Agustus 2025.

Pameran ini digelar di Kompleks Kedhaton Keraton Yogyakarta dan dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 14.00.

Pameran ini digelar dalam rangka memperingati Mangayubagyo Tingalan Jumenengan Dalem atau Ulang Tahun Kenaikan Takhta ke-36 Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan GKR Hemas.

Pameran ini mengisahkan perjalanan dan peran aparatur negara di Keraton Yogyakarta sejak sebelum Indonesia merdeka.

Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat, yang sudah lama eksis, telah memiliki aparatur negara sendiri jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah koleksi atribut busana yang digunakan oleh aparatur negara Keraton Yogyakarta dari masa ke masa.

Pengunjung juga dapat menyentuh langsung bahan kain yang digunakan oleh para pengabdi atau aparatur negara di lingkungan Keraton Yogyakarta.

“Di pameran ini akan melihat perjalanan dari beberapa era (aparatur negara keraton) sebelum Indonesia merdeka sampai Indonesia sudah merdeka,” ujar Penghageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Sabtu (8/3/2025).

Dia mengatakan, pameran ini dihelat untuk menggali lebih dalam sejarah Keraton Yogyakarta.

Juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa Yogyakarta telah memiliki sistem pemerintahan yang matang, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dalam struktur pemerintahan ini, terdapat berbagai posisi penting seperti Perdana Menteri (Pepatih Dalem), Menteri Dalam Negeri, hingga Menteri Luar Negeri.

“Sehingga itu yang menginisiasi apa yang ingin kami tampilkan di pameran ini,” kata GKR Bendara.

Busana yang ditampilkan sebagian besar jarang ditemui karena merupakan hasil rekonstruksi yang bersumber dari berbagai arsip dan manuskrip kuno.

Sri Sultan HB X berharap pameran “Hamong Nagari” menjadi upaya untuk memahami kembali nilai-nilai dharma bakti yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu.

Menurutnya, tajuk ini memberikan ruang untuk menelusuri jejak eksistensi aparatur Nagari Ngayogyakarta, yang turut menjaga kedaulatan Keraton Yogyakarta.

Sri Sultan HB X berharap perhelatan ini menjadi ikhtiar untuk memahami, menghayati, dan meresapi kembali nilai-nilai dharma bakti yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu.

Menurutnya, tajuk “Hamong Nagari” menjadi ruang untuk menelusuri jejak panjang eksistensi aparatur Nagari Ngayogyakarta.

“Merekalah yang turut menghidupi dan menjaga kedaulatan keraton. Sejarah keraton juga tentang mereka yang mengabdikan hidupnya,” katanya.

Menurut Raja Keraton Ngayogyakarta itu bahwa dalam tatanan Keraton, aparatur nagari merupakan representasi harmoni antara kepemimpinan dan rakyat, serta perwujudan makna manunggaling kawula lan gusti.

Nilai-nilai ini tidak hanya terlihat dalam laku dan tutur, tetapi juga tercermin dalam simbol-simbol, seperti wastra.

Bagi Keraton, wastra bukan sekadar pakaian, tetapi simbol kewibawaan dan kehormatan yang mencerminkan nilai dwitunggal yakni ajining diri ana ing lathi dan ajining raga ana ing busana.

“Eksistensi keraton termanifestasi pula dari cara aparatnya dalam membawa diri atau among raga sekaligus among rasa dalam menghayati tugasnya,” ujanya. (tyo/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sultan hb x #Tingalan Jumenengan Dalem #GKR HEMAS #raja keraton Jogja #Sri Sultan Hamengku Buwono X #Ulang Tahun Kenaikan Takhta #Sri Sultan HB X