Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Uji Coba Rekayasa Lalin di Plengkung Gading Jogja Dimulai Senin Ini, saat Momentum Mudik Lebaran Dinilai Tidak Begitu Signifikan

Agung Dwi Prakoso • Senin, 10 Maret 2025 | 04:57 WIB

 

Pengguna jalan melintas di dekat Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya, Kota Jogja Minggu (9/3). Dishub DIY mulai 10 Maret 2025
Pengguna jalan melintas di dekat Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya, Kota Jogja Minggu (9/3). Dishub DIY mulai 10 Maret 2025

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan memberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading mulai Senin (10/3). Walaupun uji coba dilakukan pada momen mudik Lebaran, potensi timbulnya permasalahan lalin diklaim tidak begitu signifikan.

 "Senin akan uji coba pukul 7 pagi," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo saat dikonfirmasi Minggu (9/3).

Ia menyadari rekayasa lalin dilakukan pada momen mudik Lebaran sesuai time line yang telah dibuat. Rekayasa lalin di Plengkung Gading akan dibuat sistem satu arah (SSA) selama satu bulan sejak diberlakukan. "Nanti setiap minggu akan kami evaluasi," tuturnya.

Evaluasi dilakukan karena uji coba dilakukaan saat momentum mudik Lebaran. Potensi mengganggu atau malah mengurai kepadatan lalu lintas akan diketahui setelah evaluasi dilakukan.

"Justru itu yang nanti akan kami evaluasi. Pas padat pengunjung, karena lalu lintas itu akan bergerak menuju keseimbangan (equilibrium)," bebernya.

Nantinya arus lalu lintas dari Jalan MT Haryono, DI Panjaitan, dan Mayjend Sutoyo tidak diperbolehkan masuk menuju Plengkung Nirbaya yang terletak di Jalan Gading. Uji coba SSA ini akan diberlakukan setiap hari selama satu bulan, pukul 07.00-09.00 dan 15.00-17.00.

"Kami berharap seluruh pengguna jalan dapat menyesuaikan diri dengan peraturan lalu lintas yang berlaku. Warga yang mau masuk jeron beteng dari selatan bisa lewat timur (Mantrigawen Lor) dan barat (Kadipaten Kidul/Tamansari)” terangnya.

Ketua Pustral UGM Ir Ikaputra mengaku belum mengetahui jelas perhitungan kaitannya dengan dampak yang berpotensi timbul setelah kebijakan uji coba rekayasa lalu lintas dilakukan. Terlebih saat momen mudik Lebaran, menurutnya apabila berdampak tidak akan signifikan.

"Orang yang masuk ke keraton itu kan tidak hanya dari Plengkung Gading. Jadi ada lima atau lebih jalur akses masuk (jeron beteng)," ujarnya.

 

Menurutnya harus melalui perhitungan jumlah warga atau pemudik yang masuk ke Keraton. Perhitungan bisa digunakan sebagai data apakah kebijakan rekayasa lalin tersebut berdampak signifikan atau tidak. "Kalau lebih meningkat, kemungkinan baru berdampak signifikan,"  tuturnya.

Kebijakan itu dinilai tepat apabila tujuannya untuk menjaga cagar budaya Plengkung Nirbaya. Berdasarkan informasi yang ia dapat, lengkungan bangunan itu sudah mengalami penurunan sekitar 10 cm, sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi.

"Penyebabnya getaran kendaraan bermotor, karena itu (bangunan plengkung) bukan struktur beton tetapi dinding bata," bebernya. 

Bangunan plengkung, menurutnya, dulu memang bukan diperuntukan untuk gerbang kendaraan bermotor. Namun kendaraan-kendaraan seperti andong, kereta kuda, becak jalan kaki dan sebagainya yang tidak menimbulkan getaran berlebih. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Keraton Agung Sejaga #Dinas Perhubungan (Dishub) #mudik lebara #Plengkung Gading #uji coba #dishub diy #Lalu Lintas #DIY #arus lalu lintas #rekayasa #SSA #cagar budaya benteng keraton #Plengkung Nirbaya #Rekayasa Lalin #sistem satu arah