JOGJA - Pengurus Kota (Pengkot) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jogjakarta berencana untuk bergabung menjadi bagian dari induk organisasi olahraga prestasi, yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja.
Keinginan ini sejalan dengan langkah yang telah dilakukan oleh Pengurus Daerah (Pengda) MPI DIY, yang resmi menjadi anggota KONI DIY setelah diterima dalam Musyawarah Olahraga Daerah (Musorda) beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Pengkot MPI Jogja Letkol Penerbang Iwan Setiawan menjelaskan, keinginannya bergabung dengan KONI Kota Jogja itu karena ingin bisa berkolaborasi dengan cabang olahraga (cabor) lainnya yang sudah tergabung di dalamnya.
Baca Juga: Ikuti Harga Pembelian Pemeintah, Pengepul di Pasar Beras Kutoarjo Purworejo Kelimpungan
Dengan bergabung, Pengkot MPI berharap nantinya bisa mendapatkan tambahan atlet potensial yang bisa mendukung perkembangan cabor MPI di DIY.
"Saat ini olahraga modern pentathlon memang tengah dikembangkan di DIY," cetusnya, Jumat (7/3/2025).
Iwan menjelaskan, olahraga modern pentathlon sedang berkembang di DIY, dan minat terhadap cabor ini mulai tumbuh.
Modern pentathlon merupakan olahraga yang bisa menggabungkan beberapa cabor yang sudah ada dalam sebuah olahraga baru.
Seorang atlet harus bisa menguasai beberapa cabor seperti lari, menembak, anggar, renang, dan berkuda.
Dalam Kejurnas yang baru saja digelar di Lanud Adi Sutjipto, dua nomor lomba sukses dilombakan, yaitu Triathle (berenang, lari, menembak), Pentathlon (lari, renang, anggar, menembak, dan obstacle run menggantikan berkuda).
Baca Juga: Mengenal Anisa Rahmawati, Mahasiswi UNY yang Mendalami Agama hingga Aktif Lomba dan Riset
Namun demikian, di Kota Jogja ini cabor modern pentathlon masih memiliki sedikit kendala karena kurangnya atlet. Sebab tidak ada atlet yang organik dan memang fokus pada cabor tersebut.
"Kebanyakan, mereka adalah atlet dari cabor lain, seperti dari lari atau renang. Tapi, saat lomba kan ada lomba lainnya, seperti menembak dan anggar. Ini yang harus kami asah lagi kemampuannya di setiap olahraga. Sekarang ini, banyak yang kuat lari, tapi tidak bisa renang," jelas pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kadipordirga Lanud Adi Sutjipto itu.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Kota Jogja M Syalthut Aridloi menjelaskan, untuk menjadi anggota KONI Kota Jogja harus memerlukan tahapan atau proses yang sudah diatur dalam AD/ART dan peraturan organisasi KONI.
Sehingga diharapkan Pengkot MPI Kota Jogja itu bisa membawa semua syarat yang diperlukan agar bisa dipenuni dalam Rakerkot KONI Kota Jogja.
"Karena untuk penerimaan anggota baru hanya bisa dilakukan di Rakerkot atau Musorkot," ujarnya. (ayu/wia).
Editor : Winda Atika Ira Puspita