JOGJA - Kampung Kauman dan Masjid Gedhe Kauman di Kelurahan Ngupasan, Gondomanan, Jogja selalu menjadi jujukan sebagian besar masyarakat setiap bulan Ramadan. Kondisi itu tentu tidak lepas dari lokasinya yang strategis dan banyaknya menu khas bulan suci Ramadan yang dijajakan di kampung ini.
Ketua Pasar Sore Ramadan Kampung Kauman Muhammad Chawari mengatakan, pada tahun ini konsep pasar sore masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema pelestarian makanan tradisional khas Kauman. Serta mendongkrak pendapatan ekonomi bagi pelaku UMKM dan pengusaha golongan ekonomi lemah.
Dia membeberkan, ada sekitar 20 jenis makanan asli Kampung Kauman yang dijajakan pada pasar sore. Mayoritas makanan yang ditampilkan merupakan khas Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau kuliner kesukaan raja. Misalnya songgo buwono, kicak, kacang bumbon, mento, bubur saren, jadah manten, hingga semar mendem.
“Secara umum makanan khas Kauman itu mengacu pada makanan kesukaan sultan atau makanan khas Keraton,” ujar Chawari saat dikonfirmasi Kamis(6/5).
Total ada 58 pedagang yang memeriahkan pasar sore Ramadan. Mereka berjejer di sepanjang gang kampung Kauman. Pasar sore Ramadan ini diketahui juga merupakan pasar sore tertua di Jogjakarta. Sebab, kegiatan ekonomi yang hadir menjelang Hari Raya Idul Fitri itu sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Menurut Chawari, adanya pasar sore memang cukup berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Sebab yang terlibat merupakan produsen makanan tradisional serta para pedagang musiman yang selalu mencari rejeki setiap memasuki bulan memasuki ramadan.
“Secara resmi sejak 1 Ramadan 1996 mulai kami koordinasi, dan tidak menyangka bisa menjadi ikonik seperti sekarang,” katanya.
Selain memiliki pasar sore sebagai jujukan para pencari hidangan takjil, Masjid Gedhe Kauman juga menyediakan menu khusus berupa gulai kambing setiap hari Kamis. Konsep menu spesial itu juga merupakan tradisi bagi pengurus masjid.
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif menyampaikan, selama Ramadan pihaknya menyiapkan sekitar 1.300 porsi takjil pada hari biasa.
Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Wilayah Yogyakarta Jumat 7 Maret 2025, Berikut Titik Lokasinya
Sementara khusus hari Kamis yang menyajikan menu gulai kambing disiapkan 1.600 porsi. Jumlah porsi bisa lebih banyak tergantung antusias jamaah.
Walaupun ada menu khusus tiap hari Kamis, Azman memastikan, pengurus Masjid Gedhe Kauman tetap menyediakan menu bervariatif pada hari biasa. Misalnya sayur asem, lodeh, sambel ndeso, hingga sayur brongkos. "Semoga porsi yang kami sediakan cukup untuk semua jemaah," terang Azman. (inu/laz)
Editor : Heru Pratomo