Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kunjungan Mal di DIY Meningkat 30 Persen di Awal 2025, Didorong Libur Imlek dan Isra Miraj: Banyak Aktivitas Menarik di Pusat Perbelanjaan

Gregorius Bramantyo • Rabu, 5 Maret 2025 | 04:11 WIB
DAYA TARIK: Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Sleman, Minggu (29/12). Pusat perbelanjaan atau mal menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk berlibur karena dipengaruhi faktor cuaca.
DAYA TARIK: Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Sleman, Minggu (29/12). Pusat perbelanjaan atau mal menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk berlibur karena dipengaruhi faktor cuaca.
JOGJA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY mencatat kunjungan ke mal di DIY pada periode Januari dan Februari 2025 mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ketua APPBI DIY Surya Ananta mengungkapkan, lonjakan kunjungan ini didorong oleh libur panjang Imlek dan Isra Miraj pada Januari 2025.
 
“Pergerakan kunjungan meningkat sekitar 30 persen lebih dari segi jumlah pengunjung,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).

Baca Juga: Membahayakan! PT KAI Daop 6 Larang Aktivitas Ngabuburit di Dekat Jalur KA: Melanggar Aturan Bisa Dikenakan Sanksi
 
Surya juga mencatat, kunjungan ke mal selama libur Isra Miraj dan Imlek di awal tahun 2025 tercatat tiga kali lipat lebih tinggi.
 
Namun, volume pengunjung tidak lebih tinggi dibandingkan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2024 hingga Januari 2025.
 
Dia menuturkan, selain karena jarak libur Isra Miraj dan Imlek yang berdekatan, banyaknya aktivitas menarik di mal juga berpengaruh terhadap tingkat kunjungan di awal tahun.
 
Baca Juga: Peneliti Pustral Ingatkan Tarif dan Kepadatan Lalin selama Masa Mudik dan Balik Lebaran Nanti
 
Selama liburan, mal menghadirkan program-program menarik yang berbeda dari hari biasa. Sehingga mampu menarik kunjungan.

Meski begitu, Surya menegaskan bahwa APPBI lebih fokus pada tingkat kunjungan ketimbang daya beli.
 
Dia menjelaskan, asosiasi tidak memiliki data mengenai besaran belanja di setiap tenant.

Baca Juga: Bawaslu Magelang Legawa Terima Efisiensi Anggaran, Komitmen Tetap Maksimalkan Kinerja Meski Terbatas: 'Kami Sendhiko Dhawuh'
 
Namun, Surya memprediksi meskipun ada pergeseran dalam belanja, masyarakat tetap berbelanja. Meski dengan jumlah yang lebih rendah.
 
“Artinya, transaksi tetap ada, namun belanja bergeser, mungkin sekarang lebih tertahan,” katanya.

Surya juga menambahkan, tenant perlu menyesuaikan dengan kondisi ini dengan menyediakan variasi produk yang sesuai dengan anggaran pembeli.
 
Baca Juga: Ada Makanan Khas Bendul, Kudapan Kesukaan HB VIII di Pasar Sore Ramadan Warungboto yang Perdana Digelar Tahun Ini: Inovasi Baru Penggerak UMKM
 
“Tenant harus melakukan penyesuaian, menyediakan varian yang memberikan value for money,” lanjutnya.

Selain itu, dia mengungkapkan adanya perubahan pola kunjungan ke mal selama bulan puasa ini.
 
Pada pagi hingga siang hari, pengunjung relatif lebih sedikit. Sedangkan keramaian mulai terjadi menjelang sore.
 
Baca Juga: Inspektorat Bantul Akan Tempel OPD, Antisipasi Gagalnya Proyek dari Organisasi Perangkat Daerah
 
Surya mengakui, banyak pengunjung yang datang lebih awal untuk memesan tempat di restoran favorit mereka sebelum berbuka puasa.

"Dari pagi sampai siang cenderung lebih santai, dan sore hari biasanya digunakan untuk buka puasa di restoran," jelasnya. (tyo)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kunjungan mal #awal tahun #APPBI DIY #mal #pusat perbelanjaan #meningkat