JOGJA - Upaya pengosongan depo-depo sampah di Kota Jogja terus diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun menarget sebagian besar depo bisa bersih pada bulan April 2025.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, upaya pengosongan depo sudah dilakukan pihaknya. Salah satunya di depo RRI Kotabaru yang beralamat di Jalan Ahmad Jazuli, Gondokusuman.
Menurutnya, upaya pengosongan seperti di depo RRI Kotabaru akan menyasar semua depo di Kota Jogja. Hanya memang pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap.
“Sebisa mungkin bulan April sudah ada beberapa depo yang dikelola seperti RRI. Untuk yang paling dekat kemungkinan Depo Purawisata,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi, Selasa (4/3/2025).
Haryoko menyampaikan, dalam upaya pembersihan depo itu pihaknya juga dibantu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY. Yakni dalam bentuk alokasi pengolahan sampah dari depo Kota Jogja ke TPA Regional Piyungan.
Adapun dalam sehari DLH Kota Jogja bisa membuang sampah ke TPA Regional Piyungan sebanyak 60 truk. Jumlah itu mencapai 240-300 ton sampah, jika asumsinya satu truk mampu mengangkut sampah dengan kapasitas 4-5 ton.
Selain diolah di TPA Regional Piyungan, kata Haryoko, sampah juga diolah pada tempat pengolahan milik Pemkot Jogja. Meliputi TPS3R Kranon, TPS3R Nitikan, serta TPS3R Karangmiri yang mampu mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
“Kami juga akan menambah tiga unit mesin insinerator di TPA Regional Piyungan, sehingga kini ada lima mesin,” terang Haryoko.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat menyebut, penanganan masalah sampah harus menjadi prioritas. Sebab, permasalahan tersebut sudah berlarut-larut atau tidak kunjung selesai meski mengalami pergantian beberapa kepala daerah.
Dia berharap, ada tekad kemauan yang besar di masa kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Sehingga permasalahan sampah pun dapat terselesaikan di masa jabatan keduanya sebagai wali kota dan wakil wali kota lima tahun mendatang.
“Apalagi kami juga sudah memberi dukungan dalam bentuk persetujuan anggaran, penyediaan tempat, maupun alat,” tegas Sinarbiyat. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin