Daya Beli Masyarakat Turun, Hotel dan Restoran Sesuaikan Paket Buka Bersama agar Tetap Terjangkau
Gregorius Bramantyo• Sabtu, 1 Maret 2025 | 06:12 WIB
SOSOK : Ketua DPD PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
JOGJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut adanya penurunan daya beli masyarakat pada bulan Ramadan tahun ini.
Kondisi tersebut disiasati oleh pelaku industri perhotelan dan restoran dengan menyesuaikan harga dan paket buka bersama (bukber) agar tetap sesuai dengan anggaran yang dimiliki masyarakat.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, ada berbagai paket bukber yang ditawarkan oleh hotel non-bintang hingga bintang lima.
Namun, mengingat penurunan daya beli masyarakat, pihak hotel dan restoran memilih untuk tidak memberikan harga yang terlalu tinggi.
“Kami menyesuaikan dengan daya beli masyarakat untuk menu buka bersama,” ujar Deddy, Jumat (28/2/2025).
Dia menyebut, menu dalam bukber yang dianggap terlalu mahal pun saat ini dihilangkan agar tetap sesuai dengan kondisi pasar.
Deddy mengungkapkan, meskipun pada awal Ramadan jumlah reservasi masih rendah, namun di pertengahan bulan atau minggu kedua, peminat bukber mulai meningkat.
Meskipun kondisi perekonomian Indonesia belum membaik, Deddy tetap optimistis bahwa minat masyarakat untuk buka bersama di hotel dan restoran bisa meningkat dibandingkan tahun lalu.
PHRI DIY tetap optimistis meski ada warning untuk mempersiapkan strategi agar dapat memaksimalkan pendapatan.
Salah satunya dengan menyesuaikan daya beli masyarakat. “Karena kalau nggak optimis, kami nglokro,” ucap Deddy.
Dia juga menyebutkan, buka bersama di hotel sebenarnya merupakan salah satu cara untuk menutupi biaya operasional hotel yang biasanya rendah selama Ramadan. Serta untuk persiapan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan.
“Bukber itu untuk menutup operasional hotel dan jika ada sisa, bisa digunakan untuk persiapan THR,” ungkap Deddy.
Deddy juga mengingatkan, kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan lewat Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 menjadi salah satu peringatan bagi PHRI DIY. Mengingat daya beli yang semakin menurun.