Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meresahkan! Polresta Jogja Antisipasi Perang Sarung: Siagakan Patroli usai Tarawih hingga Sahur

Iwan Nurwanto • Sabtu, 1 Maret 2025 | 05:59 WIB

 

ANTUSIAS: Calon lurah saat mengikuti acara Pembekalan Calon Lurah dan Deklarasi Damai di Gedung Induk Parasamya Pemkab Bantul kemarin (14/9).(DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB BANTUL)
ANTUSIAS: Calon lurah saat mengikuti acara Pembekalan Calon Lurah dan Deklarasi Damai di Gedung Induk Parasamya Pemkab Bantul kemarin (14/9).(DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB BANTUL)

JOGJA - Potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) selama bulan Ramadan menjadi perhatian pemerintah dan aparat kepolisian di Kota Jogja. Terkhusus pada kegiatan seperti perang sarung dan sahur on the road (sotr).

Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, belum ada arahan Polda DIJ terkait dengan pengamanan selama bulan Ramadan.

Namun, kini sudah menyiapkan upaya antisipasi gangguan kamtibmas yang berpotensi terjadi selama Ramadan.

Apalagi berdasar pengalaman tahun lalu kegiatan perang sarung menjadi gangguan yang cukup meresahkan.

Kepolisian telah menerima banyak laporan dari masyarakat bahwa kegiatan tersebut banyak terjadi di beberapa titik di Kota Jogja.

Upaya antisipasi perang sarung sudah disiapkan dengan meningkatkan patroli sehabis salat tarawih hingga waktu sahur.

Dalam patroli tersebut petugas akan menaruh perhatian terhadap anak-anak muda yang bergerombol.

“Prinsipnya akan kami datangi anak-anak muda yang berkumpul, kemudian kami lakukan penggeledahan,” ujar Aditya saat dikonfirmasi, Jumat (28/2/2025).

Selama bulan Ramadan ini, tiap polsek di Kota Jogja pun akan diminta untuk mendirikan pos pengamanan.

Sehingga dapat mengantisipasi potensi gangguan lain seperti kejahatan jalanan atau tindak kriminalitas.

Baca Juga: Serah Terima Jabatan, Bupati dan Wabup Kulon Progo Siap Menjalankan Asta Cita yang Dijabarkan saat Retret

Sementara terkait dengan pengamanan kegiatan sotr, Aditya mengaku sudah menerapkan skema penindakan terukur.

Dalam artian jika sotr yang dilakukan tidak mengganggu kamtibmas maka polisi pun akan membiarkan.

Pasalnya, kegiatan sotr juga tidak selalu memiliki konotasi negatif. Bisa saja kegiatan tersebut hanya berupa makan bersama untuk mencari hidangan atau bagi-bagi makanan sahur kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Maka dari itu  kami  harus memahami dan tahu dulu konsep sotr,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat mengaku, akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan selama bulan Ramadan. Termasuk apakah ada larangan untuk sotr atau tidak.

Menurutnya, selama ini kegiatan sotr yang meresahkan masyarakat memang jarang terjadi di Kota Jogja.

Walaupun demikian pihaknya tetap akan siaga untuk mengantisipasi berbagai gangguan selama bulan Ramadan.

“Nanti akan ada operasi gabungan dengan Polresta dan Satpol PP mengantisipasi tindak kriminal,” terang Octo. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sotr #perang sarung #Polresta Jogja #Saur On The Road #gangguan kamtibmas