JOGJA - Sejumlah komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan. Komoditas telur dan cabai rawit merah diketahui merupakan komoditas yang kenaikan harganya cukup mencolok.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Kranggan Suryani mengatakan, untuk komoditas telur kini harganya telah mencapai Rp. 30 ribu per kilogram. Harga itu naik signifikan dibanding harga normalnya yang berkisar Rp. 26 ribu per kilogram.
Suryani menyebut, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Kenaikannya pun terjadi secara bertahap dengan penambahan harga Rp. 1.000 per harinya.
Meskipun mengalami kenaikan, menurutnya permintaan telur tergolong masih normal. Dalam sehari, setidaknya dia mampu menjual hingga dua sampai tiga kotak atau sekitar 45 kilogram telur.
Suryani menyatakan, bahwa kenaikan harga bahan pokok seperti telur memang lumrah terjadi menjelang bulan Ramadhan. Sebab kebutuhan telur untuk bahan kue, lauk takjil, maupun kebutuhan sehari-hari cenderung meningkat.
“Kenaikan harga menjelang bulan puasa dan bulan Ramadhan memang sudah biasa,” ujarnya saat ditemui, Rabu (26/2/2025).
Sementara itu, salah satu pedagang sayur mayur Budi menyampaikan, untuk cabai rawit merah kini harganya menyentuh Rp. 85 ribu per kilogram. Harga sayuran pemberi rasa pedas itu memang fluktuatif atau kerap berubah-ubah dalam beberapa hari terakhir ini.
Sebab pada Selasa (25/2/2025) harga cabai rawit di Pasar Kranggan menyentuh Rp. 100.000 per kilogram. Kemudian pada Senin (24/2/2025) harganya berada pada kisaran Rp. 80.000 per kilogram.
“Penyebabnya karena permintaan yang tinggi, namun stoknya terbatas,” terangnya.
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab pemkot sejatinya juga tidak memiliki kemampuan untuk menurunkan harga.
Walaupun demikian, Ambar menyatakan bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri dapat dipastikan tetap aman. Dalam artian tidak akan terjadi kelangkaan di pasar-pasar tradisional maupun toko modern.
Khusus untuk telur, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan distributor untuk menambah pasokan ke Kota Jogja. Sehingga dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan melakukan panic buying.
“Karena untuk telur pasti ada peningkatan permintaan untuk kebutuhan lauk, takjil, bahan roti dan kue. Jadi permintaannya pasti melebihi hari-hari biasa,” terang Ambar. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin