JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ belum bisa memastikan terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Sebab penyelenggaraan sepenuhnya program nasional itu menjadi kewenangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami akan koordinasi dengan pihak SPPG dulu," ujar Kepala Disdikpora DIY Suhirman saat dikonfirmasi Senin (24/2/2025).
Penyelenggaraan program MBG telah diuji cobakan di beberapa SMA/SMK di DIY. Namun pelaksanaanya memang belum secara menyeluruh dan rutin.
Terlebih pelaksanaan di bulan Ramadan, pihaknya perlu melakukan musyawarah dengan pihak pengelola.
"Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul juga sudah. Tapi banyak yang SD dan SMP," tuturnya.
Informasi yang ia dapat, Senin (24/2/2025) juga dilaksanakan program MBG di SMK Negeri 4 Yogyakarta, SMA Negeri 5 Yogyakarta dan SMA Negeri 1 Wonosari.
Seluruh pengelolaan hingga pendanaan program MBG merupakan wewenang dari SPPG di wilayah masing-masing.
"Anggaran yang disiapkan pemprov masih belum digunakan, jadi masih dari pusat atau Badan Gizi Nasional," bebernya.
Instansi ini hanya berperan menyiapkan data sasaran target atau jumlah siswa penerima MBG.
Namun pihaknya juga mengusulkan agar pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah tidak menganggu proses pembelajaran.
"Jadi akan menyesuaikan saat istirahat sekolah (pendistribusiannya)," terangnya.
Menurutnya, pendistribusian makanan memerlukan waktu, terutama saat membagi dan mengembalikan wadah makanan.
Kepala sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG, terkait waktu pengantaran makanan ke sekolah. "Kami harapkan pas waktu istirahat," harapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK N 4 Jogjakarta Widiatmoko Herbimo berharap program MBG tetap berjalan saat bulan Ramadan.
Hal ini diyakini bahwa program tersebut akan tepat sasaran jika dilaksanakan sekaligus saat buka bersama.
"Menekan biaya pengeluaran, mendukung agenda pesantren kilat juga," ujarnya.
Pihaknya membelakukan agenda pesantren kilat hanya berlangsung hingga pukul 16.00.
Para siswa bisa berbuka puasa di masjid atau di rumahnya masing-masing. Sebab sejauh ini sekolah belum berkoordinasi dengan SPPG terkait kepastian pelaksanaan MBG selama Ramadan.
"Kecuali kalau MBG memberikan makan berarti bisa buka bersama," kelakarnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita