Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramai Tradisi Nyadran, Warung Makanan Roh Halus Raup Omzet Rp 12 Juta Per Hari Jelang Ramadan: Biasanya Hanya Ratusan Ribu yang Didapat

Iwan Nurwanto • Senin, 24 Februari 2025 | 03:57 WIB

LARIS MANIS: Pemilik Warung Makanan Roh Halus Tri Wayanti saat berada di lapaknya, Minggu (23/2/2025).
LARIS MANIS: Pemilik Warung Makanan Roh Halus Tri Wayanti saat berada di lapaknya, Minggu (23/2/2025).

JOGJA - Tradisi nyadran yang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga tabur. Salah satunya Warung Makanan Roh Halus.

Penjual bunga yang beralamat di Jalan RE Martadinata, Wirobrajan, Kota Jogja itu bahkan meraup omzet belasan juta per hari.

Pemilik Warung Makanan Roh Halus Tri Wayanti mengatakan, permintaan bunga tabur memang selalu meningkat menjelang bulan puasa.

Baca Juga: Head to Head BMVC VC Bandung Trectona Kejuaraan Antar Club Nasional Cimandala Cup Bogor

Sebab banyak masyarakat yang menggunakannya untuk tradisi ruwahan atau mendoakan leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Bahkan untuk sepekan terakhir, omzet penjual bunga tabur itu dapat mencapai belasan juta per hari.

Berbanding terbalik dengan hari-hari biasa yang omzetnya hanya menyentuh ratusan ribu hingga jutaan rupiah saja.

Baca Juga: Kali Ke-12 Jelang Ramadan, Warga Saling Lempar Air pada Bajong Banyu, Tahun Ini Juga Tanam Pohon

“Untuk menjelang bulan puasa ini omzet sehari bisa Rp 12 juta, kalau hari biasa kadang tidak tentu dan paling banyak satu jutaan,” ujar Tri saat ditemui, Minggu (23/2/2025).

Dalam tradisi ruwahan, bunga tabur seperti mawar dan melati memang sering digunakan untuk taburan di atas nisan.

Hal tersebut merupakan sebuah simbol penghormatan kepada seseorang yang sudah meninggal.

Baca Juga: Awal Kerja Dion Sapa Kiai dan Santri, Sebut Komitmen Pemkab Purworejo pada Pesantren

Sekaligus melambangkan doa dan menciptakan suasana damai serta keindahan di atas makam.

Menurut Tri, ramainya permintaan bunga tabur sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Jika biasanya dia mampu menjual enam kilo bunga tabur.

Menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang penjualan meningkat  hingga lima kali lipat atau sekitar 30 sampai 34 kilo bunga tabur yang mampu terjual.

Baca Juga: Retret Magelang, Dua Menginap dan Satu hanya Diinfus, Ada juga Dua Kepala Daerah Istirahat di Tenda

“Pembelinya juga beragam, ada yang dari Jogja sampai Jakarta juga tidak ada. Tapi kebanyakan untuk nyekar di Makam Kuncen,” terang wanita yang akrab disapa Bu We ini.

Tingginya permintaan juga turut mendongkrak harga tabur hingga berkali-kali lipat. Misalnya untuk bunga tabur kemasan kecil yang hari biasa dihargai Rp 20 ribu kini harganya menyentuh Rp 50 ribu.

Kemudian untuk bunga tabur ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp 40 ribu kini dibanderol Rp 80 ribu.

Baca Juga: Ingin Final Liga 2 Jadi Mataram is Love, Manajemen Juga Berharap Bisa Satukan Suporter PSIM Jogja dan Persis Solo

Sementara bunga tabur kemasan besar kini harganya menyentuh Rp 150 ribu, naik hampir dua kali lipat yang biasanya dibanderol Rp 80 ribu.

Menurut Tri, kenaikan harga bunga tabur menjelang bulan Ramadhan memang menjadi hal lumrah.

Sebab tingginya permintaan dipastikan berpengaruh pada meroketnya harga jual suatu barang.

“Bahkan saya juga ambil bunga dari Boyolali dan Magelang untuk mencukupi permintaan,” terangnya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Bunga Tabur #belasan juta #nyadran #tradisi #ruwahan #omzet