JOGJA - Tradisi nyadran yang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga tabur. Salah satunya Warung Makanan Roh Halus. Penjual bunga yang beralamat di Jalan R.E Martadinata, Wirobrajan, Kota Jogja itu bahkan meraup omzet belasan juta per hari.
Pemilik Warung Makanan Roh Halus Tri Wayanti mengatakan, permintaan bunga tabur memang selalu meningkat menjelang bulan puasa. Sebab banyak masyarakat yang menggunakannya untuk tradisi ruwahan atau mendoakan leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Bahkan untuk sepekan terakhir, omzet penjual bunga tabur itu dapat mencapai belasan juta per hari. Berbanding terbalik dengan hari-hari biasa yang omzetnya hanya menyentuh ratusan ribu hingga jutaan rupiah saja.
“Untuk menjelang bulan puasa ini omzet sehari bisa Rp. 12 juta, kalau hari biasa kadang tidak tentu dan paling banyak satu jutaan,” ujar Tri saat ditemui, Minggu (23/2/2025).
Dalam tradisi ruwahan, bunga tabur seperti mawar dan melati memang sering digunakan untuk taburan di atas nisan. Hal tersebut merupakan sebuah simbol penghormatan kepada seseorang yang sudah meninggal. Sekaligus melambangkan doa dan menciptakan suasana damai serta keindahan di atas makam.
Menurut Tri, ramainya permintaan bunga tabur sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Jika biasanya dia mampu menjual enam kilo bunga tabur. Menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang penjualan meningkat hingga lima kali lipat atau sekitar 30 sampai 34 kilo bunga tabur yang mampu terjual.
“Pembelinya juga beragam, ada yang dari Jogja sampai Jakarta juga tidak ada. Tapi kebanyakan untuk nyekar di Makam Kuncen,” terang wanita yang akrab disapa Bu We ini.
Tingginya permintaan juga turut mendongkrak harga tabur hingga berkali-kali lipat. Misalnya untuk bunga tabur kemasan kecil yang hari biasa dihargai Rp. 20 ribu kini harganya menyentuh Rp. 50 ribu.
Kemudian untuk bunga tabur ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp. 40 ribu kini dibanderol Rp. 80. Sementara bunga tabur kemasan besar kini harganya menyentuh Rp. 150 ribu, naik hampir dua kali lipat yang biasanya dibanderol Rp. 80 ribu.
Menurut Tri, kenaikan harga bunga tabur menjelang bulan Ramadhan memang menjadi hal lumrah. Sebab tingginya permintaan dipastikan berpengaruh pada meroketnya harga jual suatu barang.
“Bahkan saya juga ambil bunga dari Boyolali dan Magelang untuk mencukupi permintaan,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin