Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Berencana Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Keempat Kalinya, Bibit Siklon Tropis 99s Berpotensi Kembali Mendekat

Agung Dwi Prakoso • Senin, 24 Februari 2025 | 00:59 WIB
HEADSHOT: Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Noviar Rahmad di Kompleks Kepatihan Selasa (11/2/2025).
HEADSHOT: Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Noviar Rahmad di Kompleks Kepatihan Selasa (11/2/2025).

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY berencana memperpanjang status siaga darurat bencana Hidrometeorologi ke empat kalinya. Bibit siklon tropis 99s yang beberapa waktu lalu menjauh, saat ini berpotensi kembali mendekat perairan Selatan Indonesia. 

"Kami sedang mengajukan ke Gubernur DIY untuk perpanjangan (status siaga darurat bencana hidrometeorologi) keempat," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Minggu (23/2/2025). 

 Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Wilayah Yogyakarta Senin 24 Februari 2025, Yuk Simak Sejumlah Lokasinya

Sebelumnya status siaga darurat bencana hidrometeorologi di DIY berlaku sampai 3 Maret. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi akan meningkat sampai bulan Mei. Maka, Noviar akan memperpanjang status tersebut hingga sekitar 3 April 2025. 

"Perpanjangan itu bisa sampai kapan pun, terkait dengan cuacanya," tuturnya. 

Salah satu fenomena Hidrometeorologi yakni adanya hujan lebat. Terlebih hujan lebat dapat mengakibatkan meluapnya debit air di sungai-sungai khususnya yang berhulu di Gunung Merapi. 

"Yang kami khawatirkan adalah lahar hujan, jadi dari puncak Merapi lahar hujan mengalir, tetapi belakangan ini memang belum terjadi," bebernya. 

Setiap bulan, petugas dari BPBD akan melakukan rapat koordinasi rutin bulanan dengan pihak BMKG dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTG) untuk mengetahui situasi di Merapi. Pertemuan tersebut melibatkan instansi terkait yang ada di Jawa Tengah dan DIY. 

"Sungai yang hulu nya di Merapi seperti di Kali Gendol, Krasak, Kuning, Opak, Code, Gajah Wong dan sebagainya itu baru berpotensi," terangnya. 

Ia juga mendapatkan informasi dari BMKG bahwa bibit siklon tropis 99s kembali mendekat. Padahal bibit siklon 99s beberapa minggu yang lalu terpantau telah menjauh setelah dilakukan modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG dengan menaburkan garam di Cilacap dan Jawa Timur.

"Ada sekitar 7 ton garam yang kemarin ditembakkan ke udara, tapi ini kembali ada potensi mendekat, kami masih menunggu apakah akan ada modifikasi cuaca lagi atau tidak," jelasnya. 

Baca Juga: 379 Wisudawan UAJY Siap Hadapi Tantangan Global

Dari keterangan tertulis BMKG, Minggu (23/2/2025), Bibit siklon tropis 99s berada di sekitar Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah. Kecepatan angin maksimum 30 knot atau 55km/jam dengan pergerakan ke arah Barat Jakarta. 

Prediksinya, potensi binit siklon tropis 99s berkembang menjadi siklon tropis selama 24 jam kedepan adalah sedang-tinggi. Sementara dalam 48-72 jam berpotensi tinggi untuk menjadi siklon tropis. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Siklon 99s #siklon tropis #bencana hidrometeorologi #Bencana Hidrometeorologi Basah