Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Pertama Kerja sebagai Wali Kota Jogja-Wakil Wali Kota, Hasto-Wawan Perkuat Koordinasi Penanganan Sampah di Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Jumat, 21 Februari 2025 | 20:57 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat menghadiri Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di SMPN 8 Kota Jogja, Jumat (21/2/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat menghadiri Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di SMPN 8 Kota Jogja, Jumat (21/2/2025).

JOGJA - Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan resmi menjalankan hari pertama tugasnya sebagai kepala daerah pada Jumat (21/2/2025). Dalam tugas perdananya, pasangan walikota dan wakil walikota itu diketahui fokus membentuk koordinasi dalam hal penanganan sampah di Kota Jogja.

Hasto-Wawan mengawali tugasnya dengan menggelar apel bersama dengan jajaran kepala organisasi perangkat (OPD) di Pemkot Jogja. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau kawasan perkantoran di Balai Kota. 

Kegiatan keduanya disambung dengan menghadiri Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di SMPN 8 Kota Jogja. Pada kegiatan itu Hasto dan Wawan mengingatkan tentang pentingnya keterlibatan sekolah dalam penanganan sampah.

Hasto mengatakan, pada dua kegiatan tersebut dirinya memang fokus untuk membahas penanganan masalah sampah. Misalnya dalam kegiatan apel, dia meminta agar para kepala OPD untuk lebih peduli terhadap sampah tanpa memandang tugas instansinya.

Salah satu contohnya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja yang selama ini hanya peduli terhadap infrastruktur. Mulai sekarang harus lebih peduli bagaimana membantu penanganan sampah.

Kemudian di SMPN 8 Kota Jogja, dia mengingatkan tentang bahaya dari sampah seperti insiden TPA Leuwigajah Bandung pada 21 Februari 2025. Sehingga dia pun mendorong agar ada keterlibatan semua pihak termasuk siswa sekolah untuk bersama-sama menanggulangi persoalan sampah yang saat ini dihadapi Kota Jogja.

“Sampah menjadi masalah, sehingga anak-anak sekolah dilibatkan, saya juga sudah apel di pemda dan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) saya minta melakukan refocusing yang tidak harus uang tapi perhatian cukup,” ujar Hasto saat ditemui, Jumat (21/2/2025).

Menurut Hasto, dirinya memang fokus terhadap langkah penanggulangan sampah karena menjadi permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Oleh karenanya, dia mengarahkan agar setiap instrumen di lingkungan Pemkot Jogja maupun masyarakat bekerja sama menanggulangi persoalan tersebut.

Dia menyatakan, bahwa pihaknya juga sudah memiliki berbagai program untuk menanggulangi permasalahan sampah. Di antaranya dengan mengupayakan pemilahan sampah dari sumbernya agar pengolahan bisa lebih optimal.

Hasto pun menarget, pada masa kepemimpinannya harus ada 230 ton sampah per hari yang mampu diolah dari tingkatan hilir dengan berbagai model. Misalnya sampah anorganik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan sampah organik sisa makanan diolah dengan metode biopori.

“Menurut saya minimal sehari 230 ton sampah terolah, kalau tidak 230 ton sulit menyelesaikan di hilir,” terang Hasto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Agus Tri Haryono menyampaikan, persoalan sampah kini sudah menjadi isu nasional. Sehingga upaya penyelesaiannya pun harus dilakukan secara gotong royong dengan semua pihak.

Dalam HPSN 2025, dia berharap agar momentum tersebut bisa menjadi babak baru pengelolaan sampah. Sehingga penanganan sampah di Kota Jogja bisa mendekati zero waste atau tanpa menghasilkan limbah.

“Semoga (HPSN) menjadi pengingat bersama ajakan bahwa penyelesain akar masalah sampah harus diselesaikan gotong royong konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan,” terang Agus. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Pengolahan Sampah #Wali Kota Hasto #hasto wardoyo #pengelolaan sampah