JOGJA - Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja Solihul Hadi menaruh perhatian penuh terhadap peningkatan fasilitas olahraga dan pembinaan atlet di Kota Jogja. Langkah tersebut dinilai penting sebagai salah satu daya dukung berkembangnya atlet-atlet lokal.
Solihul mengatakan, hadirnya atlet lokal tentu juga akan mengharumkan nama Kota Jogja. Khususnya dalam berbagai kompetisi olahraga tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, dalam proses pembibitan dan pembinaan atlet lokal, tentu harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas olahraga di Kota Jogja. Sehingga para atlet dan calon atlet pun bisa memiliki tempat latihan yang layak. Tanpa harus jauh-jauh menggunakan fasilitas di luar daerah.
Menurut Solihul, upaya pembibitan atlet lokal juga penting segera dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Sebab hal tersebut dapat mendukung hadirnya pemain lokal bagi klub sepa kbola PSIM Jogja.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu yakin dengan kualitas atlet lokal yang baik, Laskar Mataram bisa didominasi oleh pemain asal daerahnya sendiri. Tanpa harus bergantung pada pemain luar negeri maupun daerah lain.
“Pembibitan dan pembinaan atlet menjadi sangat penting, agar PSIM dan cabang olahraga lain bisa benar-benar dimajukan oleh masyarakatnya sendiri,” ujar Solihul saat ditemui Kamis (20/2).
Solihul menilai, fasilitas olahraga yang layak, khususnya pada cabang olahraga sepak bola memang masih kurang. Sebab lapangan sepa kbola yang bisa dibilang layak baru ada di Lapangan Karang Kotagede.
Dia ingin, agar pemkot bisa membuat fasilitas olahraga seperti Lapangan Karang di tiap kemantren. Sehingga minat masyarakat untuk berolahraga pun semakin meningkat. Lalu berdampak pada lahirnya atlet-atlet berkualitas untuk membela Kota Jogja.
Dalam ketugasannya di legislatif, Solihul pun berkomitmen untuk mendukung penuh program-program pengembangan olahraga di Kota Jogja. Yakni melalui pembentukan peraturan daerah maupun dukungan anggaran kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sehingga bisa tercipta berbagai kompetisi atau program pelatihan khusus bagi atlet.
“Selain itu, kami di DPRD juga akan terlibat dalam kegiatan-kegiatan pembinaan atlet sepak bola. Seperti menghadiri pertandingan, memberikan motivasi kepada pemain muda, dan menjalin komunikasi dengan pelatih serta pengurus klub,” beber Solihul. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita