JOGJA - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil menggelar aksi turun ke Jalan Malioboro Jogja, Kamis (20/2/2025).
Aksi muncul sebagai bentuk perlawanan, merespons adanya kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai kurang bijak dan sewenang-wenang.
Massa yang berkumpul di Parkiran Abu Bakar Ali (ABA) mulai bergerak sekitar pukul 12.00.
Mayoritas memakai baju hitam, massa berjalan hingga memanjang lebih dari 200 meter dan memadati Malioboro.
Spanduk dan poster-poster yang dibawa berisi tuntutan dan kegelisahan rakyat atas dampak kebijakan Presiden Prabowo.
Sekitar pukul 12.20 massa melakukan orasi di depan Gedung DPRD DIY. Sempat ada yang membakar ban di depan gedung, namun api tidak membesar dan berangsur padam.
Beberapa massa aksi juga menempelkan poster hingga melempari cat warna merah di tulisan Gedung DPRD DIY.
Lokasi tujuan massa aksi adalah Titik Nol Km dan kompleks Istana Kepresidenan Gedung Agung Jogja.
Sekitar pukul 14.00 mereka sampai pada lokasi tujuan dan masing-masing koordinator aksi bergantian melakukan orasi di atas mobil komando.
"Banyak kebijakan-kebijakan yang absurd karena gagalnya komunikasi publik dari menteri-menterinya," ujar Koordinator Aksi Jogja Memanggil Semanof kepada wartawan di depan Gedung Agung.
Kebijakan yang disinggung, antara lain PPN 12 persen, larangan pengecer jual elpiji 3 kg meski kemudian dibolehkan lagi, konflik agraria, program makan bergizi gratis (MBG), efisiensi dan pemangkasan anggaran pendidikan rakyat hingga kasus pelanggaran HAM.
Dalam meluapkan ekspresi, massa aksi sempat membakar barrier atau pembatas jalan dengan bensin dan penempelan poster di gerbang. Api pun sempat berkobar cukup lama di tengah jalan.
Massa mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30, tapi sebelumnya ada yang melempari cat warna merah di luar hingga ke dalam Gedung Agung. Beberapa botol minuman plastik juga ikut dilempar.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya mengatakan, secara keseluruhan aksi berjalan kondusif. Namun ia juga tidak menampik adanya pelemparan dan pembakaran di depan Gedung Agung.
"Alhamdulillah tidak ada yang terluka karena aksi. Ada yang pingsan tadi karena capek dan kepanasan, tapi sudah mendapatkan pertolongan," ujarnya.
Ia juga melakukan penambahan personel untuk pengamanan. Lantaran untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau adanya tambahan eskalasi massa. "Total kami libatkan sekitar 800 personel," tandasnya. (oso/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita