JOGJA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja menyebut komoditas daging ayam bakal mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Walaupun demikian, tingginya bahan masakan opor itu diprediksi tidak berlangsung lama.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, kenaikan harga daging ayam memang selalu menjadi momentum setiap tahun. Sebab komoditas itu kerap dicari oleh masyarakat sebagai hidangan khas Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi tersebut, tentu akan membuat stok daging ayam di pasaran menipis dan berdampak pada kenaikan harga. Hal tersebut wajar, karena sesuai hukum ekonomi tingginya harga barang dapat dipengaruhi dari minimnya ketersediaan.
Kendati begitu, tingginya harga ayam kemungkinan besar tidak akan berlangsung lama seiring menurunnya permintaan. Adapun untuk saat ini harga komoditas daging ayam ras terpantau Rp. 35.000 per kilogram. Sementara daging ayam kampung Rp. 105.000 per ekor.
“Untuk komoditas tertentu seperti daging ayam biasanya H-3 sudah naik harganya, namun nanti H+4 sudah normal,” ujar Riswanti, Kamis (20/2/2025).
Kemudian untuk komoditas bahan pokok seperti beras. Riswanti menyatakan, ketersediaannya dipastikan aman selama menjelang bulan Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri. Sebab stok bahan pokok tersebut cukup melimpah.
Meskipun belum bisa membeberkan secara rinci jumlah ketersediaan beras di Kota Jogja. Dia memastikan bahwa stoknya kemungkinan masih aman untuk tiga bulan kedepan.
“Untuk ketersediaan beras sangat cukup” tegas Riswanti.
Lebih lanjut, kata dia, Disdag Kota Jogja pun telah mempersiapkan berbagai upaya agar harga komoditas bahan pokok tetap terkendali. Yakni dengan melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar tradisional agar para pedagang tidak menaikkan harga di luar kewajaran.
Kemudian, pihaknya pun juga tengah melakukan operasi pasar di 14 kemantren untuk menekan inflasi. Dalam kegiatan tersebut beberapa komoditas bahan pokok dijual dengan harga dibawah harga standar agar tidak terjadi kenaikan harga di pasaran.
Baca Juga: Kepolisian Resort Kota Jogja Kerahkan 465 Personel, Amankan Aksi Jogja Memanggil
“Selain itu kami juga menghimbau agar masyarakat agar tidak panik dengan membeli bahan pokok secara berlebihan,” imbuh Riswanti.
Secara terpisah, Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menyerap gabah kering panen (GKP) maupun beras dari petani di DIY. Adapun jumlahnya mencapai 180 ton untuk GKP. Sementara beras yang terserap mencapai 5.900 ton.
Ninik menyatakan, khusus untuk GKP, Bulog membeli dari kalangan petani dengan harga Rp. 6.500 per kilogram. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan penyerapan gabah maupun beras dari kalangan petani, kelompok tani, maupun gabungan kelompok tani.
“Penyerapan kami lakukan guna mendukung program swasembada pangan,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin