JOGJA – Sebanyak 505 kepala daerah terpilih akan mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.
Namun sayangnya, retret yang berlangsung selama sepekan tersebut diperkirakan tidak berdampak pada sektor pariwisata dan hospitality di DIY.
Hal itu disebabkan oleh efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mengharuskan para kepala daerah datang tanpa membawa rombongan. Sehingga mereka tidak dapat berpartisipasi dalam industri pariwisata di DIY.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto mengatakan, industri pariwisata DIY menjadi salah satu sektor yang terdampak pada kebijakan tersebut.
Sebab, sebelumnya saat pembekalan menteri, para peserta membawa keluarga serta rombongannya.
Ini praktis berimbas signifikan pada industri pariwisata di DIY. Karena, yang terjadi kali ini berbeda.
“Kalau berdampak sedikit, mungkin. Tapi kami belum bisa memastikannya karena kalau yang sekarang ini pasti terkait dengan kebijakan efisiensi itu. Sehingga mereka tidak membawa keluarga mungkin, benar-benar terbatas,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).
Selama periode itu, kegiatan pembekalan menteri mampu menyumbang sekitar 45 hingga 55 persen okupansi hotel di DIY.
“Kalau saat ini (dampak retret kepala daerah) belum signifikan,” jelasnya. (tyo/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita