JOGJA - Sejak diterapkan desentralisasi pengelolaan sampah di Jogjakarta, warga diajak berperan aktif. Tak sekadar membuang sampah. Tapi juga diajak untuk memilah. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja periode 2025-2030 Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan pun sudah menyiapkan programnya.
Penyelesaian masalah sampah memang menjadi salah satu program strategis keduanya. Adapun program yang disiapkan, pertama penjemputan sampah dari rumah ke rumah dengan melibatkan penggerobak atau transporter. Kebijakan tersebut, merupakan salah satu bentuk pelayanan pemkot kepada masyarakat Kota Jogja.
Sebab masyarakat tidak perlu repot-repot mengantri dan membuang sampah ke depo. Masyarakat juga berperan aktif. “Sebab sampah yang dijemput transporter wajib sudah dalam keadaan terpilah antara organik, anorganik, maupun residu,” ujar Hasto, Minggu (16/2).
Sampah yang sudah terpilah itu nantinya akan langsung diolah menjadi lebih bermanfaat. Misalnya untuk sampah anorganik dibuat Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara lewat TPS3R. Kemudian sampah organik seperti limbah rumah tangga akan diolah secara mandiri atau lewat bank sampah. Yakni menjadi pupuk dengan metode biopori atau menjadi pakan maggot yang hasilnya bisa dijadikan pakan ternak.
Dalam mewujudkan program itu, tentu pemerintah kota tidak dapat bekerja sendiri. Hasto sangat berharap ada inisiatif dan kerjasama masyarakat. Itu juga sesuai dengan konsep Segoro Amarto atau Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Kota Ngayogyakarta.
Upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yakni dengan mengawali pemilahan sampah dari rumah tangga. Lantaran sampah yang masih tercampur merupakan beban terberat depo. Serta menjadi salah satu kendala utama pengolahan sampah. “Tentu saya akan melakukan langkah persuasif dan bertahap agar bagaimana masyarakat dapat memilah,” terang Hasto.
Selain pentingnya memilah sampah dari rumah, mantan Bupati Kulonprogo itu juga berharap ada ketertiban dari masyarakat dalam membuang sampah. Sehingga tidak ada lagi masalah sampah liar seperti di pinggir jalan atau taman kota.
Untuk menanamkan tertib membuang sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil. Misalnya dengan tidak membuang bungkus makanan secara sembarangan. Agar dapat terbentuk kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. “Marilah mulai sekarang kita care terhadap sampah, karena itu penting sekali,” pesan Hasto. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo