Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembangunan Manusia dan Kesehatan Jadi Program Prioritas Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan Memimpin Kota Jogja Lima Tahun ke Depan

Iwan Nurwanto • Kamis, 20 Februari 2025 | 03:49 WIB
Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan Unggul di Pilkada Kota Jogja, Kali Pertama PDIP Punya Wali Kota.
Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan Unggul di Pilkada Kota Jogja, Kali Pertama PDIP Punya Wali Kota.

JOGJA - Membangun manusia yang produktif, berkualitas dan berkepribadian dipasang jadi misi nomor satu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja 2025-2030 Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Jogja Hajar Pamadhi mengatakan, dengan predikat kota pendidikan, tentu Jogja akan menjadi tolok ukur sebagian besar daerah di Indonesia. Hajar pun mengingatkan Hasto-Wawan bersiap menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Salah satu yang bakal segera datang adalah bonus demografi. 

Bonus demografi merupakan fenomena saat jumlah penduduk usia produktif relatif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif. Hajar berharap, agar Hasto-Wawan bisa membuat model pendidikan yang lebih berkualitas.

Karena cara belajar siswa di Kota Jogja akan sedikit mengalami perubahan. Apalagi dengan berkembangnya teknologi. “Sehingga perlu dibuat model pendidikan yang lebih menyenangkan,"  ujarnya.

Di antaranya dengan membuat sistem belajar yang lebih banyak melakukan praktek. Kegiatan praktis cenderung dapat menarik minat siswa untuk belajar. Karena siswa akan merasakan pengalaman baru. Upaya mewujudkan hal itu dapat dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi. "Misalnya dengan membentuk sebuah kampung ilmiah atau grup ilmiah," paparnya

Persoalan lainnya? Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, sepanjang 2024 tercatat ada 17 siswa putus sekolah. Jumlah itu terdiri dari empat orang siswa SD dan 13 siswa SMP. Persoalan biaya sebeni bukan menjadi kendala tidak melanjutkan pendidikannya. Namun cenderung berasal dari kultur.

“Jadi memang ada siswa yang memilih bekerja dan memang tidak mau sekolah,” ujar Budi. Disdikpora Kota Jogja terus berusaha meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS). Adapun hingga 2024, RLS di Kota Jogja telah mencapai angka 12,12 tahun. Sementara harapan lama sekolah (HLS) 17,66 tahun.

Hasto mengatakan, kualitas masyarakat yang unggul memang menjadi salah satu kunci kemajuan Kota Jogja. Sebab kondisi geografis Kota Jogja tidak bisa mengandalkan sumber daya alam sebagai potensi pemasukan daerah. Bentuk wujudnya dilakukan dengan membangun masyarakat Kota Jogja menjadi manusia yang produktif, berkualitas, dan berkepribadian.

Mantan Kepala BKKBN itu juga menyebut sebagai langkah menghadapi ancaman middle income trap. Situasi saat sebuah daerah berpendapatan menengah tidak dapat berkembang menjadi negara berpendapatan tinggi. “Kualitas manusia di Kota Jogja harus unggul, supaya bisa keluar ancaman middle income trap,” ujar Hasto.

Hasto menegaskan, dalam upaya pembangunan manusia tentu tidak lepas dari pentingnya pendidikan. Mereka pun memiliki program satu masyarakat miskin satu sarjana. Program itu bermuara pada peningkatan strata hidup masyarakat miskin menjadi sejahtera. Juga mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. “Masyarakat Kota Jogja pendidikannya harus meningkat dan keterampilannya tinggi,” tegas Hasto.

Selain fokus terhadap pembangunan manusia, Hasto juga memiliki misi mempermudah akses kesehatan masyarakat. Sehingga program satu kampung satu bidan pun dan cek kesehatan gratis pun digelorakan. Menurut Hasto, masyarakat yang sehat dapat mendukung peningkatan ekonomi dan pembangunan daerah.

Mereka ingin memastikan akses kesehatan mudah untuk rakyat. Serta melestarikan lingkungan hidup menjadi misi yang diusung. “Kemampuan manusia untuk memiliki daya ungkit 60 persennya tergantung dari kesehatan,” tegas Hasto. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#wardoyo #manusia #Hasto #Pendidikan #wakil #Disdikpora #wali kota #Jogja #wawan