Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Buruk Terjadi hingga Akhir Pekan Ini, Berikut Penjelasan BMKG Yogyakarta 

Iwan Nurwanto • Rabu, 19 Februari 2025 | 21:37 WIB
Cuaca ekstrem yang terjadi bukan karena iklim saja namun karena ulah manusia juga yang kurang menjaga alam
Cuaca ekstrem yang terjadi bukan karena iklim saja namun karena ulah manusia juga yang kurang menjaga alam

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta agar masyarakat mewaspadai potensi bencana ekstrim untuk beberapa hari kedepan. Pasalnya, dari hasil pantauan lembaga tersebut pertumbuhan awan hujan cukup signifikan.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar analisis dinamika atmosfer teridentifikasi adanya konvergensi angin di sebagian besar Pulau Jawa. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah DIY.

Adapun awan konvektif terbentuk karena proses penguapan air. Awan tersebut dapat menyebabkan hujan lokal, angin kencang, badai petir, dan hujan es.

Terbentuknya awan itu juga tidak lepas dari suhu muka laut di Hindia Selatan Jawa yang terpantau hangat. Yakni antara 29 sampai dengan 31 derajat celcius. Kemudian anomali suhu muka laut terpantau hangat sebesar 0,5 sampai dengan 1,5 celcius.

“Sehingga potensi penguapan atau penambahan massa uap air mendukung untuk pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY,” ujar Warjono, Rabu (19/2/2025).

Oleh karena itu, dia pun menghimbau agar masyarakat mulai mewaspadai potensi bencana ekstrim. Sebab cuaca buruk mungkin dapat terjadi selama periode tanggal 19 hingga 21 Februari 2025 mendatang..

Misalnya pada Rabu (19/2/2025) ada potensi hujan lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara serta tengah. Kemudian di hari berikutnya (20/2/2025) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Sementara pada Jumat (21/2/2025) wilayah Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara yang kemungkinan diguyur hujan lebat.

Menurut Warjono, dengan berbagai kondisi tersebut tentu masyarakat harus waspada terhadap potensi cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Lantaran kondisi itu dapat memicu bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, hingga sambaran petir.

“Potensi meningkat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan upaya mitigasi bencana di Kota Jogja. Salah satunya melalui penyiagaan 26 early warning system (EWS) banjir di wilayah bantaran sungai.

Dia menilai, keberadaan EWS sangat penting sebagai alat peringatan dini. Karena dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga yang tinggal di bantaran sungai yang selama ini mengaliri Kota Jogja. Yakni Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajang Wong

“Harapannya kesiapsiagaan masyarakat juga akan lebih baik, sehingga korban jiwa dapat terhindarkan," tegas Nur. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cuaca Ekstrem #Cuaca Buruk #Cuaca ekstrem Jogjakarta #cuaca ekstrim #BMKG