Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPD REI DIY Optimistis Penjualan Properti Naik 20 Persen 2025 Ini: Masih Hadapi Tantangan Perizinan dan Kenaikan Harga Tanah

Gregorius Bramantyo • Senin, 17 Februari 2025 | 05:17 WIB

 

HEADSHOT: Ketua DPD REI DIJ Ilham Muhammad Nur. Penjualan properti tahun ini ditarget naik 20 persen dibandingkan 2024 yang menurun sekitar 10 persen dari 2023.
HEADSHOT: Ketua DPD REI DIJ Ilham Muhammad Nur. Penjualan properti tahun ini ditarget naik 20 persen dibandingkan 2024 yang menurun sekitar 10 persen dari 2023.

JOGJA – Meski optimistis penjualan properti di wilayah DIY akan meningkat 20 persen tahun ini, namun masalah perizinan dan harga tanah yang meningkat masih menjadi tantangan utama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY.

Dibandingkan dengan 2024, penjualan justru mengalami penurunan sekitar 10 persen dari 2023.

Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur mengatakan, tantangan terbesar sektor properti tahun ini adalah terkait perizinan.

Dia menekankan pentingnya kemudahan dalam perizinan untuk mempercepat proses penyerapan pasar.

Menurutnya, setiap kali proyek baru dimulai, proses perizinan harus dilakukan dari awal. Sehingga penyederhanaan izin akan sangat membantu dalam mempercepat penjualan properti.

“Kemudahan izin akan mempercepat penjualan,” katanya, Minggu (16/2/2025).

Dia mengungkapkan, harga tanah di Bantul dan Sleman yang terus meningkat membuat sulitnya penyediaan rumah subsidi dengan harga Rp 166 juta.

Ilham memperkirakan penyediaan rumah subsidi dimungkinkan tidak tercapai.

Meski demikian, DPD REI DIJ masih akan menyediakan rumah sederhana. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di mana rumah sederhana dapat dijual dengan harga maksimal tiga kali lipat dari harga rumah subsidi atau sekitar Rp 500 juta.

“Rumah tipe 36 juga termasuk kategori rumah sederhana. Jika suplai rumah subsidi tidak ada, kami harap bisa menyediakan rumah sederhana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelas Ilham.

Dia mengatakan, masih ada anggota DPD REI DIJ yang menawarkan rumah dengan harga sekitar Rp 250 juta, Rp 300 juta, dan Rp 400 juta. Terutama di wilayah Sleman dan Bantul.

Menurutnya, tren penjualan properti tahun ini diperkirakan akan tetap didominasi oleh kebutuhan tempat tinggal dan investasi.

Ilham menyebut, pasar properti DIY bersifat nasional, sehingga bagi yang memiliki dana lebih, investasi properti di DIY menjadi pilihan menarik. "Sebagian besar juga ada yang berasal dari masyarakat DIY," ucapnya.

Pihaknya menargetkan dapat memasok 4 ribu unit rumah dalam dukungan terhadap program 3 juta rumah. Target itu naik dibandingkan tahun lalu yang hampir mencapai 4 ribu unit.

Dia menyebut, insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) dapat menggairahkan pasar.

Sebab harga akan menjadi lebih murah. Terlebih kebijakan PPN 12 persen hanya untuk rumah mewah di atas Rp 30 miliar. Sedangkan di DIJ tidak ada rumah mewah dengan harga tersebut.

“Kami optimistis tahun ini lebih baik karena investasi teman-teman (anggota DPD REI DIJ) masih jalan,” tambahnya. (tyo/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#PROPERTI #harga tanah #DIY #DPD REI DIY #rumah sederhana