JOGJA - Menjelang bulan Ramadhan nanti, Pemerintah kota (Pemkot) Jogja bakal melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok. Meskipun demikian, stok beberapa komoditas diprediksi menipis karena banyaknya permintaan.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, mayoritas komoditas bahan pokok kemungkinan tidak mengalami kelangkaan menjelang maupun selama bulan Ramadhan. Namun khusus untuk minyak goreng jenis MinyaKita ada potensi ketersediaannya menipis.
Kemudian untuk gas melon yang sebelumnya sempat dikeluhkan langka. Riswanti menilai kemungkinan tidak akan ada kendala. Sebab dari hasil pengawasan Disdag Kota Jogja pasokan dari Pertamina kepada pangkalan cukup aman.
Kalaupun stoknya habis, menurut Riswanti, kemungkinan hal itu disebabkan karena adanya panic buying. Sehingga berdampak pada habisnya stok gas melon yang tersedia di pangkalan karena langsung dibeli oleh masyarakat.
“Kalau (komoditas) yang langka sepertinya tidak ada. Mungkin stok yang sedikit terbatas untuk Minyakita,” ujar Riswanti, Jumat (14/2/2025).
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja Mainil Asni berharap, agar pemerintah bisa melakukan langkah preventif agar dampak inflasi tidak terlalu besar. Apalagi kenaikan harga selalu menjadi tren tahunan ketika menjelang bulan puasa dan Idul Fitri.
Menurut Mainil, Idul Fitri 2025 kemungkinan jatuh pada awal April atau akhir Maret. Sehingga lonjakan harga berpotensi terjadi dalam enam bulan ke depan. Oleh karena itu, dia berharap agar ada langkah-langkah antisipatif yang perlu dipersiapkan sejak dini. Khususnya untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.
“Dengan memahami pola ini, kita bisa mengambil langkah preventif agar dampaknya terhadap masyarakat tidak terlalu besar,” tegas Mainil.
Terkait dengan upaya Pemkot Jogja dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok. Penjabat (Pj) Walikota Jogja Sugeng Purwanto mengaku, telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk pengendalian inflasi dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.
Upaya yang dilakukan, kata Sugeng, yakni dengan pemantauan dan koordinasi dengan distributor, pemasok, serta produsen bahan pokok. Supaya ketersediaan barang tetap aman.
Disamping itu, kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan pun terus diperkuat guna mengurangi potensi kelangkaan. Sehingga lalu lintas distribusi barang pun berjalan tanpa hambatan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami berharap dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, situasi ekonomi menjelang HBKN tetap terkendali,” pesan Sugeng. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin