Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prototype Incenerator Portable Diluncurkan, Alat Pengolah Sampah, Rencananya Dipasang di Sekolah-Sekolah di DIY

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 14 Februari 2025 | 22:35 WIB
Sekprov DIY Beny Suharsono menghadiri peluncuran prototype incenerator portable di Kantor BLPT DIY, Jalan Kyai Mojo, Kota Jogja, Jumat (14/2/2025).  (AGUNG DWI PRAKOSO / RADAR JOGJA)
Sekprov DIY Beny Suharsono menghadiri peluncuran prototype incenerator portable di Kantor BLPT DIY, Jalan Kyai Mojo, Kota Jogja, Jumat (14/2/2025). (AGUNG DWI PRAKOSO / RADAR JOGJA)

JOGJA - Balai Layanan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY meluncurkan prototype alat pengolah sampah atau incenerator portable, Jumat (14/2/2025). Alat tersebut rencananya akan diterapkan di sekolah-sekolah di DIY setelah dievaluasi lanjutan. 

"Ini bagian research and development-nya BLPT di bawah naungan Dindikpora. Prototype tersebut merupakan contoh kecil kesiapan dalam pengolahan sampah terutama untuk lingkup kecil atau sekolah," ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono saat peluncuran incenerator di Kantor BLPT DIY, Jalan Kyai Mojo, Kota Jogja, Jumat (14/2/2025). 

Alat incenerator diujicobakan langsung di hadapan tamu undangan. Secara garis besar alat berjalan dengan normal, namun di cerobong asap yang mengarah ke atas masih terlihat kepulan asap yang relatif banyak saat proses pembakaran. 

Beny kemudian memberikan catatan pada tim produksi incenerator. Dua catatan yang disampaikan yakni alat masih menghasilkan polutan asap yang cukup tebal. Selain itu juga kebisingan mesin saat produksi sampah menjadi catatan tersendiri. 

"Harus terus dilakukan research supaya polutan berkurang dan kebisingan dikurangi," tuturnya.

Limbah dari pembakaran incenerator terbagi menjadi dua yakni limbah padat dan cair. Kedua limbah tersebut dinilai bisa difungsikan untuk pupuk, karena alat tersebut hanya mengolah sampah non plastik.  

"Sebelum nanti diedarkan secara luas, kami meminta perbaikan-perbaikan dulu," bebernya. 

Menurutnya, produksi sampah dari sekolah dinilai menjadi salah satu sumber tinbulnya sampah. Maka dari itu, pengolahan sampah dengan metode baru dibutuhkan untuk pengolahan sampah di lingkup sekolah. 

"Kapasitas sekitar 35 kilogram sampah sekali bakar, tapi itu bisa terus menerus selama sehari," terangnya. 

Sebelum disebarkan, pihaknya akan memetakan di mana sekolah-sekolah yang mempunyai halaman luas terlebih dahulu. Terlebih saat ini polutan yang dihasilkan masih relatif tinggi, sehingga perlu dilakukan riset kembali. 

"Cakupan (produksi) diperkirakan satu tahun 10 unit, kalau tidak ada permasalahan anggaran," jelasnya. 

Sebanyak 10 unit tersebut rencananya akan diujicobakan di sepuluh sekolah khususnya SMP atau SMA/SMK yang kemungkinan lokasinya di luar Kota Jogja. 

Tim Pengembangan alat Incinerator BPLT DIY Wisnu Surya Putra mengatakan mesin terbagi menjadi tiga bagian yakni boyler, ruang pembakar dan spray tube untuk menyemprot asap. Suhu pembakaran di dalam alat mencapai 180 derajat celcius. 

"Asap dari pembakaran yang mengandung kotoran akan di-spray dengan air dan larut ke penampungan," ujarnya.

Menurutnya Incenerator akan menghasilkan asap yang lebih putih daripada pembakaran pada umumnya.

Kotoran atau limbah yang masuk ke tampungan diklaim bisa digunakan untuk pupuk cair. 

"Residunya bisa untuk pupuk padat," tuturnya.

Kapasitas sampah yang diolah dalam incenerator diperkirakan mencapai 36 kilogram.

Proses pembakaran bisa selesai hanya dalam waktu 10 menit. 

"Jadi dalam 1 jam bisa sekitar 218 Kg," jelasnya.

Menurutnya produksi satu unit prototype incenerator tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp 20 juta.

Proses pembuatan alat diperkirakan 3-4 Minggu.

Tujuan pembuatan incenerator awalnya untuk kebutuhan di wilayah BLPT, sehingga dibuat portable. 

"Bagian pembakar dan spryer (pencuci asap) akan disempurnakan," katanya. (oso) 

 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Pengolahan Sampah #Incinerator #pembakaran sampah