Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bencana Hidrometeorologi  Intai Jogja Selama Februari Ini, BPBD Pastikan 26 EWS Siaga

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 14 Februari 2025 | 06:10 WIB
BPBD Kota Jogja tambah EWS hadapi musim hujan.
BPBD Kota Jogja tambah EWS hadapi musim hujan.

JOGJA - Potensi bencana hidrometeorologi diprediksi mengintai Kota Jogja selama Februari ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja pun melakukan upaya mitigasi dengan menambah sembilan titik early warning system (EWS) banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, pihaknya kini telah memiliki 26 EWS banjir setelah sembilan EWS resmi aktif dan disimulasikan Kamis (13/2/2025).

Sembilan titik EWS otomatis tambahan itu terpasang pada tiga sungai besar yang mengaliri Kota Jogja, meliputi Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong.

Rinciannya, aliran Sungai Code berada di Kampung Ledok Tukangan, Jagalan Beji, dan Sorosutan. Kemudian EWS yang dipasang di Sungai Winongo berada di Kampung Serangan, Gampingan, dan Suryowijayan.

Sementara di Sungai Gajah Wong, EWS akan dipasang di Kampung Gendeng Timur, Balirejo dan Tegalgendu.

“Penambahan kami lakukan pada lokasi-lokasi yg dirasa perlu mendapat dukungan lebih jauh untuk deteksi dini banjir,” ujar Nur saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).

Nur menyampaikan, dengan total 26 EWS banjir yang kini aktif diharapkan masyarakat dan pemerintah bisa semakin meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana khususnya banjir.

Apalagi, dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepanjang Februari ini potensi bencana hidrometeorologi akan mengintai wilayah DIY.

Dia pun menghimbau masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai untuk senantiasa waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

 Upayanya dapat dilakukan dengan selalu memantau informasi terkait dengan prakiraan cuaca, memastikan kesiapan jalur evakuasi, dan menyiapkan langkah mitigasi pada lingkungan masing-masing.

Terkait jumlah kejadian bencana hidrometeorologi di Kota Jogja, selama kurun 1 hingga 30 Januari 2025 BPBD Kota Jogja mencatat ada 14 kejadian bencana. Meliputi dua kejadian talut longsor, delapan kejadian pohon tumbang, tiga kejadian dahan patah, dan satu kejadian tanah ambles.

“Kami mengingatkan agar masyarakat dapat memahami ancaman bencana apa yang bisa terjadi di wilayah tempat tinggalnya,” tambah Nur.

Sementara itu, Ketua Kampung Tangguh Bencana (KTB) Tegalgendu Istiawan berharap, dengan adanya pemasangan EWS di Sungai Gajah Wong bisa semakin mempercepat deteksi bencana banjir.

Sehingga upaya mitigasi pun segera dilakukan guna meminimalisasi korban jiwa.

Menurutnya, pemasangan EWS di kampung Tegalgendu juga tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Namun juga warga diluar Kota Jogja pun akan semakin siaga dengan bencana banjir karena kampung Tegalgendu berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul.

“Tentunya dengan ini (EWS) bisa mempercepat evakuasi dan meminimalisasi dampak risiko bagi masyarakat atau warga di sekitar sungai Gajah Wong,” terang Istiawan.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, pada bulan Februari ini merupakan puncak musim penghujan.

Intensitas hujan diprediksi berkisar 201 - 500 mm (kriteria menengah – tinggi) dengan sifat hujan bervariasi normal dan atas normal.

Reni menjelaskan, puncak musim penghujan di DIY  berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025. 

Kemudian akhir musim penghujan diprediksi terjadi pada dasarian satu hingga dua pada bulan Mei tahun ini.

“Puncak musim hujan wajib diwaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang. Terutama di daerah-daerah rawan bencana,” bebernya. (inu/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #Bencana #sungai besar #BPBD Jogja #Musim penghujan #EWS #bencana hidrometeorologi