JOGJA - Pemerintah kota (pemkot) terus berupaya meningkatkan kenyamanan pasar tradisional di Kota Jogja, salah satunya dengan program revitalisasi.
Pascatelah merampungkan Pasar Kluwih, pemkot menarget pembangunan Pasar Terban dapat selesai tahun ini.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, revitalisasi pasar tradisional merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kenyamanan pembeli dan pedagang.
“Sekaligus menguatkan fungsi pasar tradisional sebagai tonggak perekonomian lokal,” katanya, Minggu (9/2/2025).
Ambara menjelaslan, revitalisasi pasar akan membuat seluruh fasilitas praktis menjadi lebih lengkap dan modern.
Dicontohkan, Pasar Kluwih yang telah diresmikan 31 Januari 2025 lalu itu telah memiliki wajah baru.
Di antaranya memiliki area parkir luas, toilet, kamar mandi ramah difabel, kantor pengelola, ruang dagang yang tertata rapi, penerangan yang memadai, serta jalur yang nyaman untuk berbelanja.
Adapun pembangunannya sudah dilakukan sejak November 2024 lalu. Kemudian pada akhir Januari 2025 itu bangunan pasar resmi bisa digunakan pedagang.
“Proyek ini merupakan hasil dari usulan masyarakat sekitar yang menginginkan pasar yang lebih layak,” ujarnya.
Selain menyelesaikan revitalisasi Pasar Kluwih, pemkot juga menarget revitalisasi Pasar Terban dapat rampung pertengahan tahun nanti.
Dia menyebut, revitalisasi Pasar Terban nantinya akan merubah bangunan lama menjadi pasar ayam higienis.
Para pedagang yang berjumlah 450 orang pun ditata dengan pengkategorian lantai. Untuk lantai satu difungsikan sebagai pusat kegiatan pasar rakyat dan jual beli unggas.
Lalu lantai dua digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima. Sementara lantai tiga dilengkapi fasilitas meeting point dan food court.
“Pasar Terban yang selama ini branding-nya sebagai pasar ayam akan kami pertahankan,” tegas Ambar.
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto berharap, revitalisasi pasar tersebut bisa berjalan lancar.
Sehingga dapat merubah kesan Pasar Terban yang selama ini dikenal tempat kumuh dan tidak higienis menjadi lebih baik lagi.
Sugeng menjelaskan, revitalisasi Pasar Terban dibantu pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Dia pun optimistis dengan program revitalisasi, para pedagang nantinya lebih tertata. Sekaligus mendukung tata kelola kota di kawasan sumbu filosofi.
“Fasilitasnya besok lebih bagus dan tertata, lebih humanis dan higienis,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Jonny Zainuri Echsan membeberkan, pembangunan Pasar Terban kini telah menyentuh angka 44 persen.
Program tersebut menelan APBN sebesar Rp 55,9 miliar untuk pekerjaan fisik dan biaya manajemen konstruksi sekitar Rp 1,6 miliar.
Jonny menyebut, revitalisasi Pasar Terban dilaksanakan antartahun atau multiyears. Pelaksanaannya dimulai pada 18 September 2023 dan ditarget selesai 14 Juli 2025 mendatang.
Bangunan Pasar Terban pun akan mengadopsi konsep bangunan Jawa Yogyakarta.
“Kami optimistis pembangunan Pasar Terban selesai sesuai waktu yang direncanakan,” katanya. (inu/wia)